Ahli Tata Pemerintahan : Data Covid-19 Milik DKI Jakarta Paling Transparan dan Jujur, Tak Ada yang Disembunyikan


Loading...

 


Peneliti dan ahli tata pemerintahan (good governance), Tatak Ujiyati sangat mengapresiasi transparansi data covid-19 milik DKI Jakarta. Hal itu dituliskan Tatik di akun twitternya, mengomentari artikel mengenai angka kematian tinggi pasien isoman di Jakarta.

"Kalo dibaca detail, info ini tak tunjukkan DKI plg tinggi tingkat kematian pasien isoman-nya tp justru tunjukkan bhw @DKIJakarta plg transparan. Sebab hy pemprov DKI yg berikan laporan, pemda lain tidak. Kalau tak ada laporan tentu sj jumlahnya sedikit," tulis Tatik, Jumat (23/7).

 Alumni S1 Hukum UGM dan Master di Jurusan Pembangunan Sosial Universitas Atenco de Manila Filipina itu juga mengatakan bahwa provinsi yang dipimpin Anies Baswedan tersebut tak mementingkan cantiknya angka statistik. 

"Kalau bagi Pemprov DKI, yg saya lihat, cantiknya angka statistik tak terlalu penting. Lebih utama adalah bagaimana membuat data dr statistik menjadi dasar pengambilan kebijakan. Makanya DKI JKT tak takut mengungkap data apa adanya," sambungnya.

Sebelumnya, koalisi warga LaporCovid-19 menerima laporan terdapat 2.313 orang yang meninggal dunia saat isolasi mandiri (isoman) dan di luar rumah sakit (RS). Jumlah per 22 Juli 2021 ini dikatakannya meningkatkan dari data yang sebelumnya yang berjumlah 712 kasus.

"Angka kematian isoman dan di luar RS sejauh ini ada 2.313, di mana angka 2.313 ini adalah sumbangsih gitu ya, dari rekap lapor COVID," kata Data Analisis Lapor Covid-19, Said Fariz Hibban, saat konferensi pers virtual, Kamis (22/7/2021).

Dia merinci data yang diterima LaporCovid-19 hingga kini tercatat ada 2.313 kasus kematian pasien saat isoman dan di luar RS, sebanyak 740 kasus di antaranya berdasarkan rekapitulasi lapor COVID-19. Lalu sebanyak 412, berdasarkan laporan dari Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI).

Sementara 1.161 kasus, adalah data yang diterima LaporCovid-19 dari Dinkes Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Di sini akhirnya provinsi terbanyak (untuk kasus kematian pasien saat isoman dan di luar RS) setelah kami temukan yaitu DKI Jakarta, bukan Jawa Barat lagi," ucapnya. (wba)

Baca Juga
Loading...