Tanggapan Pengurus NU Cabang Australia Tampar Bacot Eko Kuntadhi dkk


Loading...

 


Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-New Zealand KH Nadirsyah Hosen (Gus Nadir), tampaknya sudah jengah dengan tindak tanduk buzzer yang selalu memecah belah bangsa.

Gus Nadir dengan gamblang menanggapi tweets Eko Kuntadhi yang melabeli pakaian tokok kartun Indonesia, Nussa Rara sebagai ciri khas Taliban. Eko juga menuduh Nussa Rara sebagai agen promosi Taliban di Indonesia.

"Radikal-radikul itu bukan soal pakaian. Yg pakai cadar, gamis atau celana cingkrang atau jilbab syar’i tidak lantas membuat mereka otomatis jadi radikal, taliban, kadrun atau apapun labelnya. Repot kalau soal ginian aja gak paham-paham dan terus mainkan isu memecah belah bangsa," tulis Gus Nadir di akun twiter pribadinya, Minggu (20/6).

Tanggapan Gus Nadir mendapat respon positif dari warganet. Tampaknya warganet sudah gerah dengan sepak terjang buzzer memainkan isu memecah belah bangsa.

"Setuju Kyai. Jangan terperangkap dengan simbol-simbol fisik yang tidak substantif. Jangan sampai masalah kebangsaan yang substansial terabaikan," tulis M Nariyadi.

"Nih orangnya prof @eko_kuntadhi dia harus bertanggung jawab atas narasi ini, sudah rasis dan narasinya memecah belah bangsa," sambung Ikbal Maulana.

"Tu diinjak aja si Kuntet langsung jadi seukuran kecoak pokoknya," sindir Bocah Sueb.

Hingga artikel ini diposting, tanggapan Gus Nadir sudah di-retweet hingga ribuan kali. (wba)





Baca Juga
Loading...