Semenjak Pak Jokowi Jadi Presiden, Rakyat Sering Memperingati Hari Kebalikan Nasional


Loading...

 


Jokowi banyak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang dinilai kontradiktif. Hal yang kemudian menjadi pattern guyonan tersendiri tentang presiden kebalikan.

Selalu ada pernyataan-pernyataan nyeleneh dan sesekali kontradiktif dengan keadaan yang terlontar dari para pejabat-pejabat pemerintah kita. Bukan hanya satu atau dua, melainkan banyak. 

Kalau Jokowi berkata “iya”, itu artinya, di masa depan, kondisi yang terjadi adalah “tidak”. Pokoknya, apa saja yang dikatakan oleh Jokowi, kalau ingin tahu bakal kenyataannya, maka lihatlah kebalikannya.

Ini memang kurang ajar dan ndlogok, tapi kok ya kebetulan banyak bukti yang sudah terjadi.

Kalau dalam serial Spongebob Squarepants ada yang namanya “Hari Kebalikan”, maka ada sebutan “Presiden Kebalikan” dalam mengamplifikasi pattern tentang pernyataan Jokowi yang kerap kontadiktif ini.

Di twitter, bahkan sampai ada sebutan tersendiri untuk menyebut Presiden Jokowi terkait dengan pernyataan-pernyataannya itu, yakni ‘Presiden Antonim’.

Ya mau bagaimana lagi, sebab bukan hanya sekali dua kali, namun berkali-kali, dan bahkan cenderung sering.

Sebagai warga negara yang baik, tentu saja saya tak mau menelan mentah-mentah pattern kebalikan di atas.

Saya lebih memilih berbaik sangka terhadap Jokowi. Saya yakin, bahwa pernyataan-pernyataan Jokowi yang ia lontarkan itu memang sengaja dibikin kontradikfit, semata agar rakyatnya kritis.

Saya yakin ia sengaja memberikan pernyataan yang berkebalikan semata agar rakyat kritis dan bisa mempersiapkan kemungkinan yang terburuk.

Ketika Jokowi bilang kalau stok pangan aman, ia sejatinya ingin mengatakan bahwa stok pangan sedang tidak baik baik, sehingga dengan itu, ia berharap masyarakat bisa mulai menyiapkan dan membekali diri dengan survival ketahanan pangan, bisa dengan mulai menanam sayur di halaman, atau mulai mencoba makanan pokok selain beras seperti singkong atau sagu.

Saya yakin, Jokowi berniat baik. Tidak mungkin tidak. Jokowi lho ini. Presiden kita lho ini.

Jokowi ingin membuat masyarakatnya selalu perhitungan dengan segala kemungkinan. Jokowi ingin mewujudkan masyarakat yang punya mental tangguh dan preventif. Mental selayaknya seorang penjudi togel, yang ketika mendapat wangsit angka 45, niscaya ia tak akan membeli hanya angka 45, melainkan juga angka kebalikannya, yakni 54.

Saya yakin sekali akan hal ini. Yakin sekali.

Perkara keyakinan saya terbukti kerap meleset, itu lain soal.

Baca Juga
Loading...