Seandainya Mereka Mendengarkan Anies Setahun Lalu....


Loading...


 "Kami memandang, Jakarta sudah perlu menutup kegiatan-kegiatan baik kegiatan di dalam, maupun kegiatan kedatangan orang ke Jakarta, maupun kegiatan orang keluar Jakarta," kata Anies dalam konferensi persnya saat pertama covid-19 diketahui masuk Indonesia, Maret tahun lalu.

Serangan bertubi-tubi pun datang. Salah satunya dari politisi PDIP Ruhut Sitompul. 

Menurutnya, lockdown harus sesuai tahapan yang berlaku. Apalagi, ia menilai lockdown akan membuat negara menjadi kacau.?

"Istana bukan menjegal kebijakan Gabenar mengenai mengatasi COVID-19 inilah kalau sudah ada kutil diotak pendukungnya Jadi buta dungu, ada tahapannya mau langsung LockDown tapi belum siap krn mau pencitraan lihatlah Negara2 yg rusuh krn belum siap ?Presiden RI Mantap? MERDEKA," ejek Ruhut. 

Belum lagi hinaan dari Denny Siregar dkk beserta ribuan akun bodong yang jadi followers mereka.

Anies Baswedan tak patah semangat. Berbagai kebijakan terus dibuat demi menyelamatkan warganya. Namun, selalu mentah di tangan Pemerintah pusat.

Seiring waktu, pandemi semakin menggila. Tapi pemerintah yang mendoktrin warga agar melakukan prokes ketat, malah abai.

Gelombang TKA China tetap bisa masuk Indonesia. Anggaran kesehatan dipangkas demi infrastruktur.

Senada dengan Anies, Rizal Ramli dari awal sudah mengungkap ada yang salah terkait penanganan Covid di Tanah Air.

Dia menyebutnya dengan istilah "mismanagement pandemi". Yaitu, pemerintah lebih fokus mengurusi proyek ketimbang mengatasi pandemi.

"Jogja dan Jabar tidak mampu lockdown karena tidak punya uang! Jakarta juga harusnya lockdown dari dari awal!" kata RR.

"Inilah mismanagement pandemi, bukannya fokus atasi pandemi, Jokowi dan Menkeu 'terbalik' masih sibuk proyek-proyek, ibukota barulah, tol ini itulah," lanjut tokoh bangsa yang dikenal seorang ekonom kerakyatan.

Dan kini, ide lockdown kembali naik ke permukaan. Namun sudah terlambat. Kondisi ekonomi sudah tersengal-sengal.

Gubernur Ridwan Kamil mengaku Jabar sudah tidak punya anggaran lagi jika pemerintah memberlakukan lockdown. Begitu juga dengan Jogjakarta. 

Seandainya pemerintah mendengarkan Anies Baswedan setahun lalu...

ASUdahlah!!!

Baca Juga
Loading...