Nicho Silalahi : Sebagai Kafir, Aku Siap Gantikan IBHRS Dipenjara!!!


Loading...


Aktivis Pro Demokrasi (ProDem), Nicho Silalahi mengaku gerah dengan ketidakadilan yang dengan gamblang dipertontonkan di kasus kerumunan Habib Rizieq Shihab. Pria kelahiran Sumut ini bahkan siap untuk menggantikan Habib Rizieq di penjara.

"Jika boleh tukar badan untuk tahanan IBHRS, maka sebagai kafir yang berdiri demi keadilan aku siap menggantikankannya. Sebab apa yang dialami oleh IBHRS sebuah bentuk penyelewengan hukum dengan mempertontonkan abuse of power dari penguasa. Saatnya nyalakan tanda bahaya !!!," tulis Nicho di akun twiternya, Sabtu (26/6).

Nicho juga menyoroti pejabat lain yang bebas meski menyebabkan kerumunan.

"Jika IBHRS itu dihukum demi tegaknya keadilan maka tangkap semua para pelanggaran prokes termasuk pejabat yang menyembunyikan informasi pada publik saat dia terpapar Virus China Jahanam Itu. Kerumunan Maumere dll juga harus ditindak," sambung Nicho.

Sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur telah memvonis Habib Rizieq Shihab bersalah atas kasus pemberitahuan bohong terkait hasil swab test di RS Ummi Bogor.

Mantan imam besar Front Pembela Islam (FPI)  itu dijatuhkan vonis empat tahun penjara. Dia akan dipenjara sampai dengan Pilpres 2024 selesai.

 Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin mengatakan, tuntutan dan vonis yang diberikan kepada Habib Rizieq itu merupakan pesanan pihak tertentu, bukan murni penegakan hukum.

“Tuntutan jaksa diduga kuat pesanan para cukong dan terhadap vonis juga sudah saya prediksikan pesanan,” kata Novel, Sabtu (26/6). 

Majelis Hakim PN Jaktim menjatuhkan vonis hukuman 4 tahun penjara terhadap Habib Rizieq Shihab selaku terdakwa berita bohong yang menyebabkan keonaran.

Habib Rizieq dinyatakan terbukti bersalah dan secara sah melanggar Pasal 14 Ayat (1) subsider Pasal 14 Ayat (2) subsider Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

 Vonis Habib Rizieq itu diketahui lebih ringan dibandingkan tuntutan JPU yang meminta majelis hakim menjatuhkan pidana kurungan 6 tahun penjara kepada pria kelahiran 24 Agustus 1965 itu. (Wba)

Baca Juga
Loading...