Jokowi Sangat Populer, Namanya Sering Disebut-sebut di Warung


Loading...

 


Beberapa minggu yang lalu saya berkunjung ke Pekalongan, Jawa Tengah.

Oleh pengurus APT2PHI (Asosiasi Pedagang Dan Tani Tanaman Pangan Dan Holtikultura Indonesia) Jawa Tengah saya diajak bersama mengunjungi petani buah duren di daerah pegunungan Rogo Selo.

Pagi sekali kami berangkat dari Hotel Istana (Hotel kelas Melati) di Pekalongan. menuju ke daerah pegunungan Rogo Selo, teringat oleh saya beberapa waktu lalu Kyai Chos Nahdatul Ulama (NU) Syech Habib Lutfi Yahya Pekalongan meminta saya untuk bisa berziarah di makom/petilasan pahlawan pejuang pra kemerdekaan Panglima Perang Jelajah Kapitan Lingga Ratu Loli yang kebetulan terletak di daerah yang akan dikunjungi yaitu Bukit Rogo Selo.

Atas amanah dari Syech tharekat Habib Lutfi Yahya tersebut, Rahman bersama Ketua APT2PHI Jawa Tengah Kombespol purn. Eko Sulystyo dan rombongan pengurus lainnya mengunjungi petani buah, sekaligus melakukan ziarah di makom Panglima Perang Jelajah Ratu Loli dan makam Kyai Gede Penatas Angin yang terletak di atas pegunungan Rogo Selo tersebut.

Dalam perjalanan, kami berhenti  sejenak untuk ngopi di sebuah warung kopi (warkop) dipinggiran Kota Pekalongan, warkopnya rame sekali, terus berdatangan anak-anak muda dan bapak-bapak untuk sarapan pagi.

Seorang ibu tua dan putrinya yang masih gadis sedang sibuk melayani para pengunjung yang silih berganti datang untuk ngopi dan sarapan pagi.

Ada yang ngopi, ada pula yang datang hanya sekedar membeli rokok. Saya memperhatikan setiap orang sehabis sarapan selalu mengucapkan pada pemilik warkop Jokowi-Jokowi, juga beberapa anak muda memesan rokok Dji Samsu sebungkus disebut Jokowi … Jokowi.

Tak lama kemudian pemilik warkop langsung memberikan sebungkus rokok, berselang beberapa saat datang lagi anak muda berboncengan motor minta rokok Sampoerna Mild sebungkus, mereka pun menyebut juga nama Jokowi.

Saya tertegun melihat fenomena yang terjadi di pinggiran Kota Batik Pekalongan itu, dalam benak saya, ‘wah Pak Jokowi rupanya sangat dikagumi di Pekalongan, setiap kali orang sarapan dan ngopi atau membeli rokok selalu menyebut nama Jokowi-Jokowi’.

Selesai kami sarapan dan ngopi, kami pun berangkat menuju ke lokasi.

Dalam perjalanan di mobil, saya bertanya pada rekan Taufiq Cantring seorang, seniman pelukis  spiritual natural batik, saya biasa memanggilnya dengan sebutan Mas Gondrong. “Dimas, kenapa setiap orang ngopi dan belanja rokok selalu nenyebut nama Jokowi … Jokowi dan sepertinya gratis ya. Apa Warkop ini dapat Subsidi khusus dari pak Jokowi?“.

Mendengar pertanyaan saya itu, mereka semua Ketawa ngakak dan mengatakan pada saya, “Bukan begitu pak. Kalau nyebut nama Jokowi, berarti mereka mau ngutang dulu."

Saya pun ikut ketawa ngakak rame-rame hingga mobil pun ikut bergoyang-goyang.

Demikian pengalaman terbaru saya dalam kunjungan ke Pekalongan Jawa Tengah beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga
Loading...