Fiersa Besari : Tiap pemilu diminta suaranya, giliran bersuara dibungkam


Loading...

Fiersa Besari, pemusik sekaligus penulis meluapkan kegelisahannya akan kondisi demokrasi di Indonesia. Ia menuliskan di akun twitter bercentang biru miliknya.

"Diingetin baik-baik, tersinggung. Dikasih saran, tersinggung. Dikritik, tersinggung. Disarkasin, tersinggung. Dimaki, langsung bawa-bawa pasal. Susah emang jadi warga negara. Tiap pemilu diminta suaranya, giliran bersuara dibungkam," tulis Fiersa Besari, Rabu (30/6).

Tak sampai satu jam, tulisan tersebut sudah ditanggapi belasan ribu warganet dengan like dan komentar sarkasm.

"Lagi bersuara di matiin mic  nya, ku kira mati listrik ternyata di matiin paksa," sambut Okada.

"Israel emang gitu marah2 mulu serem kalo mau mengkritik takutnya baru mangap udah dibedil amandelnya," sindir Sasa.

"Bang jangan gitu. Negara ini demokratis sekali, abang kalo kritik harus tata krama dan sopan santun ya. *Bismillah komisaris BUMN," balas Reza.

"Anjay gw suka nih berlomba lomba ngeroast pemerintah, yang menang meet & greet sama (alm) bang Widji thukul," ujar Fiqih.

"Abis ini selalu waspada bung. Jangan mau terima makanan ataupun minuman dri orang tak dikenal. Beli rompi anti peluru, siapa tau ada peluru nyasar. Dan perhatikan kang bakso yg lewat depan rumah," nasihat Rachmat.

Mmmm... Separah itukah kondisi negara ini

Baca Juga
Loading...