Hanya Budiman Sudjatmiko yang Bisa Jaga Keamanan Data Pribadi Rakyat Indonesia


Loading...

 


Pada dasarnya data pribadi adalah sekumpulan data yang berisi identitas seseorang. Ketika data ini dikelola sembarangan lalu bocor, orang yang menjadi korban kebocoran akan rentan menjadi korban kejahatan dunia maya ataupun dunia nyata. 

Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa aset milik pemerintah Indonesia di internet adalah sekumpulan aset yang paling mudah untuk dibobol, bahkan sudah terjadi ribuan kali. 

Jadi sebenarnya kita tak perlu merasa aneh jika berita kebocoran data akan terjadi lagi di masa mendatang. Sebab, sejak awal pemerintah tak kompeten untuk menjaga dan mengelola data pribadi warga negaranya.

Belakangan juga ramai (lagi!) berita soal Kemendagri memberikan akses informasi kependudukan ke pihak swasta dan juga pinjol. 

Sebenarnya hal ini bukan sesuatu yang aneh, toh dilakukan juga oleh tiap negara. Tapi yang harus diperhatikan, si pemberi akses harus menjamin data itu digunakan sebaik-baiknya, dijaga keamanannya, hanya digunakan untuk keperluan yang berhubungan, dan hanya diberikan kepada pihak yang sudah memenuhi syarat.

 Syarat ini harus ada karena selama ini sering banget data penduduk digunakan tak semestinya, misalnya untuk mengintimidasi dan lain-lain.

Jika kamu punya teman atau kenalan seorang aparat pemerintahan, tak susah meminta mereka untuk mencari informasi tentang seseorang, baik itu informasi kependudukan, nomor telepon, atau gadget yang digunakan. 

Ingat kasus koboy Fortuner tempo hari? Dalam waktu singkat data pribadinya yang ditelusuri lewat nomor polisi beredar di media sosial. 

Apakah ini hal yang benar jika dilakukan? Tentu saja tidak. Tapi selama kamu lahir dan hidup di Indonesia, perbuatan seperti ini bukan sesuatu yang aneh. 

Akses-akses sensitif seperti ini sering diberikan tanpa ada standar operasional prosedur dan ketentuan jelas. Hasilnya, alat-alat pencarian data tersebut sering digunakan tak semestinya, yang umumnya untuk kepentingan pribadi.

Makanya, manakala BUMN seperti Telkom melalui IndiHome dan Metranet secara terang-terangan mencuri data pribadi pengguna mereka berupa browsing history, mereka merasa biasa-biasa aja. Selain karena mereka memiliki kekuatan sebagai BUMN, praktik seperti ini memang sudah lumrah di Indonesia.

Kalau sudah begitu, ketika kamu berusaha keras menjaga data pribadi kamu di internet, sementara hal-hal yang dijelaskan di atas masih saja dilakukan dan dibiarkan, semua upaya yang kamu lakukan nyaris sia-sia. 

Bayangkan, kamu berusaha keras tak memposting foto KTP atau identitas lainnya, tapi suatu hari ada buzzer yang kini sudah menjadi komisaris BUMN enak saja memposting informasi yang bersumber dari NIK kamu di Twitter. Nyesek nggak?

Tapi mungkin semua masalah di atas akan terselesaikan jika seorang Budiman Sudjatmiko menjadi menkominfo suatu hari nanti. Selain dia bisa mengoleksi lebih banyak kata-kata keren yang berhubungan dengan teknologi, di tangannya semua masalah itu akan diselesaikan hanya bermodal angan dan omongan. (mojok.co)

Baca Juga
Loading...