Dukung Palestina, Aplikasi Alquran Milik UAH Dihapus Google


Loading...

 


Tak hanya Facebook dan Instagram yang mengahapus semua postingan yang menyuarakan soal ketidakadilan Israel terhadap Palestina.

Ustaz Adi Hidayat mengaku terkena dampak setelah membela Palestina.

Salah satunya adalah aplikasi android Al-Quran miliknya di Google Playstore. Padahal kata Ustaz Adi Hidayat aplikasi itu tidak ada hubungannya dengan Palestina. Selain itu, video-video yang ada diakun YouTubenya juga susah diakses. 

“Kabar telah kita update dari Gaza, aspek sejarah sudah kita uraikan, pun demikian sudut pandangan dari negara sudah kita hadirkan. Alhamdulillah saat ini kami dapat risiko risiko tidak mudah, bila teman-teman akses kembali sejak kami bahas isu kebenaran peristiwa ini, ada kebijakan-kebijakan menjadi sulit diakses,” kata Ustaz Adi Hidayat melalui akun YouTube Adi Hidayat Official, Minggu 23/5/2021.

Menurut dia, atas hal itu pihak Google memberikan notifikasi jika hal itu dianggap tidak pantas. Selain itu aplikasi Al Quran juga diremove dari Playstore.

“Yang lebih dahsyat lagi. Saya mendapatkan info ada aplikasi kita yang bahkan sudah dihapus oleh Google, Yang tidak ada kaitan sama sekali, Anda bisa bayangkan kita membuat aplikasi Alquran, tiba-tiba dihapus,” tuturnya.

Sebelumnya Instagram dan Facebook memblokir akun yang memposting kebiadaban Israel terhada Palestina.

Pengamatan SINDOnews Sabtu 15/5/2021 terungkap fakta ada beberapa akun yang di-banned Instagram karena memposting kebiadaban Israel terhadap Palesina.

Unggahan pengguna Instagram yang bertagar #AlAqsa sempat diblok atau dihapus pada Kamis (13/5/2021). Instagram kemudian mengklaim ini terjadi karena moderator tak bisa membedakan nama Masjid Al-Aqsa dari kelompok yang dicap teroris.

Instagram sendiri mengedarkan pesan internal bahwa terdapat kesalahan dalam kebijakan moderasi pada tim yang mengatur Daftar Organisasi dan Individu berbahaya.

BuzzFeed News melaporkan bahwa ada kelompok bersenjata yang dikenal sebagai Brigade Martir Al-Aqsa yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Dalam beberapa hari terakhir, beberapa pengguna Instagram menggunakan tagar #AlAqsa untuk memberikan dukungan kepada warga Palestina. Masjid Al-Aqsa sendiri menjadi tempat bentrokan antara Hamas dan militer Israel, setelah Israel memaksa masuk masjid suci umat Islam itu pada Jumat lalu.

Dikutip dari The Verge yang mendapatkan salinan pesan dari Facebook sebagai pemilik Instagram, media sosial itu menyatakan bahwa unggahan tentang Masjid Al-Aqsa seharusnya tidak melanggar kebijakan.

(wbs)

Baca Juga
Loading...