Serang Polisi Dengan Petasan, 65 Warga Ditangkap


Loading...

 


Operasi penggerebekan yang dilakukan petugas gabungan dari Polrestabes Palembang dan Polda Sumatera Selatan di kampung yang diduga menjadi tempat peredaran narkoba membuahkan hasil, Minggu (11/4/2021) sekitar pukul 09.15 WIB.

Dalam pengerebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan sebanyak 65 orang yang terdiri dari 59 laki-laki dan enam perempuan.

Lokasi kampung narkoba itu berada di Jalan M Kadir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang, Sumatera Selatan.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Sayta Putra mengatakan, penggerebekan kampung narkoba ini setelah adanya laporan dari masyarakat yang sudah resah dengan peredaran narkoba di lokasi tersebut.

Lanjut Irvan, mendapat laporan itu, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan ternyata benar.

"Ada laporan masyarakat kepada pak Kapolda, mereka gerah dengan Keberadaan transaksi narkoba di kampungnya. Lalu kita tindaklanjuti," kata Irvan dikutip dari TribunSumsel.com.

Saat dilakukan penggerebekan, petugas dihujani petasan oleh para pelaku.

Akibat lemparan petasan itu, lokasi penggerebekan dipenuhi asap hitam. Beberapa orang memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur.

Kemudian ratusan petugas gabungan melakukan pengejaran para pengedar dan pemakai yang kabur.

"Petasan itu ditembakan ke arah kami karena para pelaku hendak kabur," kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Palembang AKBP Andi Supriadi kepada wartawan, Minggu.

Kata Andi, penggerebekan ini sudah direncanakan selama satu minggu terakhir.


65 orang ditangkap, 1 istri bandar besar

Dalam penggerebekan itu, polisi berhasil menangkap 65, yang terdiri dari 59 laki-laki dan enam perempuan satu di antaranya istri bandar besar berinisial HJ.

Kata Andi, HJ diduga merupakan istri salah satu bandar besar di lokasi tersebut.

"HJ ini istri dari bandar besar, suaminya sudah kita tetapkan DPO,"jelasnya.

"Saat kami gerebek rumah HJ, sabu ini ditemukan di atas plafon rumah. Ada 1,5 kilogram," lanjutnya.

Masih dikatakan Andi, penangkapan 65 orang ini berlangsung di empat lokasi yakni, Lorong Manggis, Cek Latah, Lorong Segayam dan Lorong Masjid yang masih berada di kawasan Jalan M Kadir.

"Tangga Buntung ini kampung narkotika yang sudah tidak bisa disentuh. Banyak oknum-oknum yang membeking mereka," ujarnya, dikutip dari TribunSumsel.com.

Andi tak menyangkal jika lokasi itu merupakan sarang peredaran narkotika. Tempat itu tak pernah tersentuh untuk dilakukan penggerebekan lantaran akses jalan yang sulit.

Tak hanya itu, anggota Jatanras Polda Sumsel yang pernah melakukan penangkapan di sana ditusuk oleh pelaku.

"Memang rumit sekali di lokasi. Dulu saja ada anggota Jatanras untuk menangkap pelaku kejahatan ditusuk. TKP, lorong-lorongnya itu sulit sekali kita gambar," ujarnya dikutip dari TribunSumsel.com.

Dari penggerebekan ini, selain menangkap 65 orang, turut juga diamankan barang bukti berupa sabu 1,5 kg, 8 buah senjata tajam, 42 petasan, 41 bong, 1 botol cuka para.

Kemudian, 5 timbangan digital, 2 HT, 33 Handphone, 1 unit decorder CCTV, 73 korek api, 109 buah pirek dan 2 unit mobil CRV. (kmp)

Baca Juga
Loading...