Pakai Alat Bekas, Layanan Rapidtest di Bandara Kualanamu Digrebek! Ini Kronologi Lengkapnya


Loading...


Layanan rapid test Covid-19 di lantai Mezzanine Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara, digerebek aparat kepolisian.

Penggerebekan itu dilakukan oleh Ditrektorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatra Utara.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penggerebekan tersebut terkait dugaan penggunaan alat rapid test bekas pada layanan yang digunakan bagi calon penumpang yang hendak berangkat via Bandara Kualanamu.

Dalam penyergapan polisi, sedikitnya lima orang petugas layanan rapid test serta sejumlah alat rapid test diamankan guna pemeriksaan lanjutan.

Plt Exceutive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Bandara Kualanamu, Agoes Soepriyanto membenarkan adanya penggrebekan tersebut.

Pun begitu, Agoes belum bisa menjelaskan lebih rinci soal persoalan apa, sehingga dilakukan penggerebekan oleh Polda Sumut.

"Benar. Untuk lebih lanjut, besok (Selasa), kita akan menyampaikannya," ujar Agoes dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Selasa (27/4/2021) malam.

Agoes menambahkan, sehubungan dengan ditutup sementara pelayanan antigen di Lantai Mezzanine Kualanamu, penumpang dapat melakukan pelayanan drive thru rapid antigen di area parkiran A.

"Sebagai pilihan alternatif calon penumpang untuk yang melakukan pelayanan antigen di Bandara," pungkasnya.

Pantauan di Bandara Kualanamu, pasca digerebek, pintu layanan rapid test di lantai II Mezzanine disegel dengan digaris polisi line.

Berikut laporan kronologi yang kami terima :

Perihal : Diamankannya Petugas Kimia farma labolatorium Rapid antigen Lantai M Bandara Kualanamu internasional airport oleh anggota Dirkrimsus Poldasu .

A. Pada hari selasa tgl 27 April 2021 sekira pukul 15.45 wib. Telah di amankan 4 orang petugas Laboratorium Ravid antigen Kimia farma lantai M Bandara KNIA oleh anggota Dirkimsus Poldasu. 

B. Terkait informasi dan banyaknya keluhan dari para calon penumpang pesawat yang mendapati hasil Rapid antigen Positif covid -19 dalam kurun waktu lebih kurang 1 minggu.


C. Kronologis kejadian :

1. Sekira pukul 15.05 wib anggota Krimsus poldasu yang berpakaian sipil menyamar sebagai calon penumpang salah satu pesawat, melaksanakan test rapid antigen. Selanjutnya petugas krimsus mengisi daftar calon pasien untuk mendapatkan nomor antrian.

2. Setelah mendapatkan nomor antrian maka petugas krimsus di panggil nama dan masuk ke ruang pemeriksaan untuk di ambil sampel yang di masukkan alat tes rapid antigen kedalam kedua lubang hidung 

3. Setelah selesai pengambilan sampel maka petugas krimsus menunggu di ruang tunggu sambil menunggu hasil rapid antigen, berselang sekira 10 menit menunggu, hasil di yang di dapatkan "Positif"

4. Setelah itu terjadi perdebatan dan saling balas argumen maka di periksa seluruh isi ruangan labolatorium rapid antigen dan para petugas kimia farma di kumpulkan, maka petugas kirmsus poldasu mendapati barang bukti , Ratusan alat yang di pakai untuk rapid antigen untuk pengambilan sampel bekas dan telah di daur ulang.

D. Menurut keterangan dari petugas kimia farma, yang ketakutan saat di interogasi oleh petugas kirmsus Poldasu mengatakan "Alat yang di gunakan untuk pengambilan sampel yang di masukkan ke dalam hidung setelah di gunakan, di cuci dan di bersihkan kembali di masukkan kedalam bungkus kemasan untuk di gunakan dan di pakai untuk pemeriksaan orang berikutnya.

E. Pukul 16.15 wib Akp Jeriko kanit 2 subdit 4 Tipiter Krimsus Poldasu membawa para petugas kimia farma berikut barang bukti guna pemeriksaan lebih lanjut.

F. Adapun barang bukti yang di amankan : 

1. Komputer 2 unit

2. Mesin printer 2 unit

3. Uang kertas 

4. Ratusan alat rapid test bekas yang sudah di cuci bersih dan telah di masukkan kedalam kemasan

5. Ratusan alat pengambil sampel rapid antigen yang masih belum di gunakan .

Baca Juga
Loading...