Nggak Mau Kalah Dari Anies, Jokowi Hadiri Panen Raya dan Janji Tidak Impor Beras


Loading...

 


Viralnya kebijakan Anies Baswedan yang ingin mensejahterakan petani lokal membuat Presiden Jokowi serasa 'kecolongan'. 

Jokowi pun menghadiri acara panen raya ditambah janji manis tidak akan impor beras. Dan petani pun kembali terbuai.

Keputusan tak akan impor beras itu disampaikan Jokowi saat menghadiri panen raya di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kemarin. Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 10 pagi. Eks Wali Kota Solo itu tampil dengan setelan khasnya. Kemeja putih lengan panjang yang digulung sesiku, celana hitam dan sepatu kets warna senada.

Jokowi tak sendiri. Ikut mendampingi antara lain Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, dan Bupati Indramayu Nina Agustina.

Di sana, Jokowi kemudian berdialog dengan sejumlah petani di saung dekat sawah dengan mengikuti protokol kesehatan. Jokowi termasuk para petani menggunakan masker dan menjaga jarak. Acara ini disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu lalu bercerita upaya pemerintah mengejar swasembada beras dan soal rencana impor beras 1 juta ton yang jadi polemik awal Maret lalu. Kepada para petani, Jokowi menyatakan, pemerintah sebenarnya tidak senang saat harus impor beras. Namun, karena berbagai perhitungan dan kalkulasi awalnya diputuskan untuk impor.

Kata Jokowi, awalnya memang ada rencana dari salah satu kementerian untuk mengimpor beras sebanyak 1 juta ton karena khawatir produksi beras dalam negeri tidak mencukupi. Ada banyak alasan yang melatarinya, seperti khawatir panen tidak maksimal, stok di gudang Bulog yang menipis, kualitas beras yang menurun karena banjir di awal tahun, juga kebutuhan yang meningkat akibat pandemi.

Berbagai alasan itu dipaparkan dalam rapat kabinet. Jokowi mengakui, awalnya sempat sepemikiran dengan rencana tersebut. Namun, setelah melihat kondisi dan situasi di lapangan, Jokowi yakin stok beras bisa tercukupi dari produksi dalam negeri.

Ia juga mengaku berkomunikasi dengan Syahrul dan Budi terkait stok beras yang mencukupi. Karena itu diputuskan untuk tidak impor beras sampai Juni 2021. Apalagi diketahui, gara-gara wacana impor saat panen raya harga gabah di tingkat petanu anjlok sampai di kisaran Rp 3.000 per kilogram.

“Sehingga kemarin saya sampaikan, sudah, stop dulu, ini panen mau impor, nggak usaha impor, gitu,” kata Jokowi, disambut tepuk tangan para petani.

Bahkan, Jokowi menjamin, tidak akan impor beras sampai akhir 2021. Dengan catatan, produksi beras dalam negeri bisa mencukupi kebutuhan nasional. “Insyaallah nanti sampai akhir tahun, kalau kita tahan produksinya, bagus berarti juga tidak akan impor,” ujarnya.

Baca Juga
Loading...