Menguak Target Rahasia Intelijen Bawah Air China di Indonesia


Loading...


Melanjutkan tulisan sebelumnya yang membahas operasi intelejen bawah air China di Laut Indonesia maka pertanyaannya adalah apa yang dicari China sebenarnya ?

Mungkin di antara tujuan yang hanya Beijing yang tahu, bisa diraba sebagaimana amatan sebagai berikut 

Perkembangan teknologi satelit mata-mata telah mencapai resolusi yang sangat tinggi. 

Hampir semua benda di permukaan bumi dapat dilihat dengan gambar yang sangat jelas dalam hitungan sentimeter dan pergerakannya dalam hitungan detik.

Namun, hal ini tidak berlaku untuk objek bawah air yang dibatasi oleh kemampuan sinar matahari untuk menembus kedalaman. 

Hal inilah yang menyebabkan pendeteksian objek bawah air masih bertahan dengan menggunakan komunikasi akustik, termasuk sistem navigasi kapal selam.

Sistem komunikasi di mana gelombang elektromagnetik tidak dapat bekerja karena faktor penyerapan molekul air yang kuat pada lapisan pertama. 

Hewan laut, seperti paus dan lumba-lumba, paling sukses menggunakan sistem komunikasi ini.

Gelombang dalam di Perairan Selayar dan Masalembo, tempat ditemukannya drone laut China secara geografis sangat dekat dengan Selat Makassar. 

Selat ini merupakan salah satu perairan laut kepulauan Indonesia yang banyak dilalui kapal dari berbagai negara.

Dalam kajian oseanografi, selat ini juga menjadi jalur utama angkutan massal air dari Samudera Pasifik menuju Samudera Hindia yang dikenal dengan nama Arus Lintas Indonesia. 

Ini bisa dibayangkan sebagai sungai besar yang membawa massa air antar samudra.

Kira-kira di sebelah barat laut Makassar, terdapat punggungan laut yang disebut Dewakang. 

Keberadaan punggungan laut sedalam 600-700 m ini menjadi penghambat pergerakan massa air yang berasal dari Samudera Pasifik menuju Laut Flores.

Gelombang pasang mempengaruhi intensitas proses pencampuran massa air di wilayah perairan ini. 

Tempat ini juga menjadi titik pertemuan massa air Samudera Pasifik - yang memiliki karakter lebih asin - dengan massa air Laut Jawa yang lebih cerah.

Proses pencampuran ini begitu dinamis dan menciptakan pola pencampuran yang kompleks. 

Bahkan sejumlah kecelakaan kapal yang pernah terjadi di Kawasan Segitiga Masalembo kerap dikaitkan dengan teori ini.

Apa yang terjadi di ujung selatan Selat Makassar menjadi tantangan tersendiri bagi sistem navigasi kapal selam. 

Hampir semua sistem komunikasi bawah permukaan menggunakan gelombang akustik, termasuk kapal selam.

Sayangnya, sistem komunikasi ini sangat sensitif terhadap perubahan densitas air laut. Dalam ilmu fisika, massa jenis air laut bergantung pada tekanan, suhu, dan salinitas.

Gelombang akustik yang menjadi andalan sistem pendeteksi dan navigasi selama penyelaman di air laut ini bisa dibelokkan dalam jarak beberapa meter saat densitas air laut berubah dengan cepat. 

Beberapa area bahkan tidak dapat dideteksi oleh sonar . Ini dikenal dengan nama  zona bayangan.

Zona ini bahkan dapat dipindahkan antar lokasi, tergantung kondisi atmosfer di atasnya. 

Informasi inilah yang paling dicari glider atau drone laut. Ini posisi dimana kapal selam bisa berlindung dari sonar musuh atau area untuk bersiap menyerang.

Kedalaman perubahan zona bayangan ini tentu saja merupakan informasi untuk menentukan strategi manuver tempur kapal selam. 

Drone laut / glider China  yang ditemukan di perairan Selayar dan Masalembo merupakan indikasi awal bahwa sedang berlangsungnya kegiatan pengumpulan informasi di lautan Indonesia.

Kapal selam dikenal luas karena keunggulannya dalam melancarkan serangan mendadak. 

Belum ada alutsista lain yang menggantikan peran ini. 

Seorang ahli strategi perang juga menempatkan kapal selam di urutan tertinggi dalam menghitung kekuatan pertahanan suatu negara.

Jika hal ini terus terjadi, bisa jadi selat penting lainnya yang menjadi jalur jalur ALKI dan juga Lintas Arus Indonesia seperti Selat Lombok dan Selat Ombai juga akan menjadi spot tujuan  drone laut illegal  tersebut. 

Alasan yang masuk akal mengingat selat penting ini juga kerap dilalui armada kapal perang rival.

Jadi perlu perhatian serius bagi Indonesia akan keberadaan Drone laut China illegal yang beroperasi  tepat di jantung pertahanan Indonesia. 

Sekian


Adi Ketu

Baca Juga
Loading...