Kita Harus Berterima Kasih ke Nadiem


Loading...


 Mendikbud Nadiem Makarim berkali-kali jadi pusat hujatan. Setelah Pancasila dan Bahasa Indonesia hilang dari mata kuliah wajib di pendidikan tinggi, kini Kyai pendiri NU hilang dari Kamus Sejarah Indonesia.

Seketika fokus permasalahan di Indonesia beralih ke Nadiem. Masalah korupsi, utang menumpuk hingga covid-19 yang tak kunjung usai, serasa kecil dibanding problematik di Kemendikbud.

Seperti diketahui, Nadiem bukan orang partai. Seperti juga mantan Menteri Kesehatan Terawan yang berlatarbelakang TNI. Tidak ada perisai yang melindungi Nadiem. Ia rentan menjadi 'korban' elit politik.

Jika Terawan sudah tersingkir dari kabinet, entah apa yang membuat Nadiem tetap dipertahankan. Ingat! Kabinet sebenarnya bukan diisi oleh profesional non partai. Melainkan 'kue' yang seharusnnya dibagi untuk partai pendukung. 

Ini sebenarnya agak sedih. Tapi begitulah adanya. Sad but true, kata Metallica.

Lalu, peran apa yang sedang dimainkan elit politik untuk Nadiem?

Jujur saja, tidak ada yang tahu. Bahkan berita di media ternama sekalipun, hanya bisa mengupas kulit luarnya.

Karena jeroan di lingkungan kekuasaan itu sangat rumit. Tidak ada kawan abadi. Tidak ada lawan abadi. Semua atasnama kepentingan pribadi.

Jika anda berada di pasar, sudah pasti anda akan memilih produk yang murah dengan kualitas bagus. Begitu kira-kira 'jual-beli' jabatan di atas sana.

Kalau begitu, apa peran rakyat kecil?

Kalau yang ini, jawabannya sudah hafal luar dalam. Rakyat kecil hanya komoditas yang diperlukan saat kampanye saja.

Dan kini ada peran baru, big data rakyat kecil dibutuhkan untuk pencairan bantuan sosial.

Terus, bagaimana dengan Nadiem?

Nadiem saat ini masih menjadi korban. Kalau ia masih mendatangkan keuntungan, jabatannya masih aman.  

Sejujurnya, kita harus berterima kepada owner Gojek itu. Ia 'mengingatkan' kita bahwa nilai-nilai Pancasila memang sudah ditinggalkan. Begitu juga dengan Kyai Hasyim Asyari yang makin 'dilupakan' para penerusnya di NU.

-Kang Satire-

Baca Juga
Loading...