Gara-gara Ini, Warganet Sebut Jurus Ngibulin Jokowi Sudah Level Dunia


Loading...

 


Warganet sebut jurus ngibulin Jokowi sudah level dunia. Gara-garanya, saat berbicara di KTT Internasional, Jokowi menjanjikan kawasan industri hijau terbesar di dunia.

"Luar biasa. Dengan bahasa Enggres logat Jawa, mampu menghipnotis pemimpin dunia," tulis Muhidin.

"Jurus yang selama ini dipakai ke rakyat, sudah dimainkan di level dunia. Yup, namanya jurus ngibulin," balas Rendra.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis 22 April 2021 malam mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim atau Leaders Summit on Climate secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor. Pada kesempatan itu, Jokowi menekankan pentingnya memperkuat kemitraan global untuk mencapai net zero emission.

“Untuk mencapai target Persetujuan Paris dan agenda bersama berikutnya, kemitraan global harus diperkuat. Kita harus membangun kesepahaman. Kita harus membangun strategi dalam mencapai net zero emission dan menuju UNFCCC COP-26 Glasgow,” katanya dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (23/4/2021).

Dia mengatakan Indonesia sedang Indonesia sendiri sedang mempercepat pilot percontohan net zero emission. Salah satunya dengan membangun kawasan industri hijau terbesar di dunia. “Antara lain dengan membangun Indonesia Green Industrial Park seluas 12.500 hektare di Kalimantan Utara yang akan menjadi yang terbesar di dunia,” ungkapnya.

“Kami sedang melakukan rehabilitasi hutan mangrove seluas 620 ribu hektare sampai 2024. Terluas di dunia dengan daya serap karbon mencapai empat kali lipat dibanding hutan tropis,” lanjutnya.

Lebih lanjut Jokowi mengatakan Indonesia terbuka bagi investasi dan transfer teknologi. Termasuk investasi untuk transisi energi. “Peluang besar juga terbuka bagi pengembangan bahan bakar nabati, industri baterai lithium, dan kendaraan listrik,” tuturnya.

Pada kesempatan itu dia juga menuturkan bahwa di G20 tahun 2022, Indonesia akan memprioritaskan penguatan kerjasama perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

“Indonesia juga terus mendukung upaya para sahabat kami di kawasan Pasifik. Kita harus terus melakukan aksi bersama, kemitraan global yang nyata, dan bukan saling menyalahkan, apalagi menerapkan hambatan perdagangan dengan berdalih isu lingkungan,” tuturnya.

Baca Juga
Loading...