Tak Mau Disalahkan Gara-gara Miras, Wakil Presiden Akhirnya Mengundurkan Diri


Loading...


Tekanan demi tekanan datang setelah presiden memberi kebebasan kepada investor minuman keras. Sebagian besar publik menolak. 

Mereka juga menyalahkan wakil presiden yang selalu masuk ke silent mode. Padahal beliau seorang yang berilmu tinggi. Namun entah mengapa, selalu berdiam diri terkait isu-isu penting.

Ia seakan menikmati berbagai suguhan sandiwara politik. Yang selalu menggelitik. Dan penuh intrik. Melahirkan buzzer-buzzer fanatik. 

Mulai dari personal hingga ormas besar ikut mengkritik. Tak juga mampu membuat pak wakil presiden mengeluarkan pendapatnya.

Hingga pada suatu hari diadakanlah temu pers. Di atas podium, dengan langkah tertatih dan suara bergetar, wakil presiden memberi pengumuman penting.

"Mulai hari ini, saya mengundurkan diri dari wakil presiden. Saya capek terus-terusan ditekan. Padahal saya nggak ngomong apa-apa. Apa salah saya?," ujarnya. Setetes air mata terlihat membasahi pipi. Terlihat aura kekesalan luar biasa.

"Kalian nunggu saya berbicara kan?," katanya sedikit berteriak. Sambil menunjuk ke sekumpulan wartawan.

Dari ujung kerumunan, seorang pria memakai topi langsung berdiri.

"Cut... Cut... Cut... Mana ekspresinya??!!!," katanya setengah membentak.

Semua pun bubar. Dan segera bersiap untuk mengulang adegan.


(Kisah ini hanya fiksi belaka. Jika ada kesamaan jabatan atau jalan cerita, itu hanya kebetulan saja. Mohon jangan dilaporkan ke polisi.)



Baca Juga
Loading...