Aneh bin Lucu!!! Anies Diserang Buzzer Gara-gara Tulisan di Dinding Ini


Loading...


Sebuah postingan Anies Baswedan di fanspage, diserang buzzer. Hanya gara-gara sebuah tulisan di stiker yang terpasang di dinding.

"Tutup Selama Sholat Jumat, Buka Kembali Setelah Sholat Jumat"

Begitu bunyi tulisan yang membuat buzzer menggeliat kepanasan.

"Gubernur kadrun, makannya pun di restoran kadrun. Dasar kadrun!," tulis akun bernama Eko.

"Memang begitu. Sesama kadrun harus saling membantu. Terutama membantu menjelek-jelekkan pemerintahan Jokowi," sambut Bowo.

Padahal, tulisan Anies berkisah tentang perjuangan ayah mendidik anaknya. Berikut isi tulisan Anies Baswedan :

 Suaranya lepas. Lantang. Penuh percaya diri. Anak ini menyanyi bersama ayahnya. Ayahnya main gitar. Mereka duet: ayah dan anak. Pak Djufri dan anaknya Saddam Zakhir kelas 5, di SD Cipinang Besar Selatan 3. Di sekolahnya dia juara kelas. 

Mereka lantunkan lagu-lagu bergantian: lagu indonesia, lagu barat dan lagu daerah. Tanpa partitur. Tanpa naskah. Mereka hapal syair semua lagu-lagu itu. 

Selesai makan, saya ajak mereka bergabung duduk bersama. “Alhamdulillah, sudah 4 tahun Pak, pemilik sate ini mengijinkan saya main, nyanyi disini. Saya diberi tempat dan makan,” jawabnya saat ditanya soal kegiatan ngamen disini. 

Saat ditanya, mata pelajaran apa yg disukai, dia jawab dengan tangkas, “Bahasa Indonesia”. Selama masa pandemi ini, Saddam ikut ayahnya. Berdua mereka alirkan syair dalam alunan irama yang indah dan merdu. 

Inilah sebuah kolaborasi. Pemilik warung sate yang berbaik hati. Membuka tempatnya jadi sumber rejeki juga bagi pengamen. Dia tidak menarik biaya. Dia menuai rasa syukur sang pengamen, yang insyaAllah berbuah keberkahan bagi usahanya. 

Saya sudah sering mampir ke Sate Blora Cirebon, di jl Balai Pustaka Baru, Rawamangun. Sate ini memang enak, karenanya sudah beberapa kali mampir jika sedang inspeksi ke kawasan Rawamangun. Sejak pandemi, baru sekarang bisa kembali mampir. Jumpa dengan pemiliknya yang menceritakan bahwa alhamdulillah tingkat penjualan makin hari makin mendekati tingkat masa pra-pandemi. 

Saddam dan ayahnya menyanyi di dekat meja kami. Hampir semua pengunjung warung ikut mengerubungi, sebagian merekam dengan HP. Kita semua terpana. Sementara Saddam tidak sedikitpun menunjukkan canggung, kikuk atau grogi. Dengan topi hijaunya, dia santai, penuh percaya diri dan tertihat total dalam menyanyi. Mereka pun punya kanal youtube juga: Jufry Family.

Selesai menyanyi, semua tepuk tangan. Dan saya berikan topi yg biasa saya pakai buat kenang-kenangan baginya. Dia senyum lebar dengan topi yg agak kegedean itu dipakainya 🙂

Lagi. Kita menyaksikan seorang ayah sedang mendidiktanguhkan anaknya. Dia sedang menguatkokohkan percaya diri anaknya dan membiasakan ulet pada anaknya. Dia tumbuhkan untuk menghayati dan mumpuni dalam seni pertunjukan, sambil tetap menjaga prestasi akademiknya, dan membiasakan hidup tangguh. Sebuah kombinasi pendidikan yang ampuh. 

InsyaAllah dengan akhlaq yang mulia, kelak dia akan jadi pembawa bangga bagi ibunya, ayahnya dan keluarganya.

Baca Juga
Loading...