Usai Foto Bareng, Pigai Bela Abu Janda, "Pertanyaannya Tidak Mungkin Ada Delik Hukum"


Loading...

 


Usai beredar foto makan bersama Permadi Arya alias Abu Janda dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai menuliskan postingan yang membela Abu Janda.

"Dlm hukum Pidana objeknya hrs jelas. Abu Janda bertanya Evolusi selesai belum?. Memang isinya rasis tp “bertanya” itu tdk mungkin ada delik hukum. Beliau yg minta bertemu. Sy pemimpin & intelektual yg sangat rasional & tdk mungkin Sy tolak utk menerimanya. Apalagi Sy bkn pelapor!," tulisnya di akun medsos.

Berbagai tanggapan dari warganet pun meluncur dengan deras.

"Ckckkck kalo kamu begitu, nanti dijadiin pembenaran sama yg lain, yg ada kalo banyak orang lain di ledek "evolusi" lagi bakal pake alesan yg sama. Jangan diri sendiri aja, ini udh luas dampaknya, udh terlanjur viral," kata Wagiman.

"Tidak ada yg salah pace,lebih terhormat kalau hal2 seprti ini diselesaikan secara damai dan membuka pintu maaf.tapi untuk kasus2 yg lain dipihak oposisi mengapa jalan damai itu tak pernah ada?dan mengapa semuanya harus dipaksakan di pengadilan/dipenjara?," ujar Dasril.

"Ah Pace.. kau hancurkan rasa empati publik kepada mu dan seluruh rakyat Papua.. bagaimana jika nanti karena prilakumu publik menyetujui apa yg dikatakan abu janda tentang evolusi????," sambung Baretta Novri.

"Anda jangan lihat pada satu kasus saja (yg menimpa anda saja) namun dilihat apa yg dilakukannya selama ini, Jika anda memang pegiat HAM harusnya tau bahwa AJ itu memang selalu rasis kepada orang yg bersebrangan dengan dia.Lucu juga yach 🤔🤔🤔," tambah akun PropertyRiba.

"Sebagai Anak asli Papua, sy sangat menghargai apa yg di sampaikan olh Kk NP sebagai Pribadi, tetapi sebagai anak Papua, sy juga sangat kecewa, terhadap apa yg Kk NP sampaikan. Ini bisa menjadi legitimasi Publik untuk menghina Kita Orang Papua," sebut Rhaymond.

"Titip pesan buat abujanda bang, tolong bacot dijaga jangan bikin gaduh nkri, lebih baik kita semua fokus pada pemulihan ekonomi bantu pemerintah untuk INDONESIA maju," ketus Popey.

Nah, sepertinya kita harus banyak belajar tentang politik kepentingan. Karena tak asa kawan dan lawan yang abadi. Yang ada hanya kepentingan pribadi. (wbc)

Loading...