Tolak Minta Maaf, Prof Henuk Malah Bentak Mahasiwa Papua, "Kau Pindah ke Papua!"


Loading...

  


Pertemuan antara Ikatan Mahasiswa Papua (IMP) dengan Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) Yusuf L. Henuk setelah aksi demonstrasi  sempat diwarnai adu mulut, Selasa (2/1/2021).


“Memang harga diri Bapak pasti terluka karena menyandang gelar Profesor, saya akui itu. Tapi kalau bisa Bapak harus meminta maaf karena orang Papua itu tidak bodoh semua. Tapi kalau Bapak bilang semua orang Papua bodoh ya terima kasih,” ujar salah satu anggota IMP bernama Ince kepada Dosen Fakultas Pertanian USU tersebut.


Henuk menolak meminta maaf lantaran dirinya merasa bahwa kata bodoh dalam cuitannya ditujukan untuk orang-orang Papua yang dianggap tidak pro NKRI dan mendukung Veronica Koman.


Argumen tersebut kemudian dibantah kembali oleh  Marco, anggota IMP lainnya. Marco mengatakan dalam cuitan Yusuf L. Henuk di akun @ProfYLH tersebut tidak menyebutkan kata bodoh ditujukan untuk orang yang tidak mendukung NKRI, melainkan kepada semua orang Papua.


“Tidak ditulis demikian melainkan semua orang Papua bodoh saja. Maka dari itu Bapak harus meminta maaf karena ini dapat memicu perang etnis karena di Papua itu banyak orang NTT,” ujar Marco.


Yusuf L. Henuk kembali membantah tudingan tersebut. Ia mengatakan untuk tidak sembarangan menganggap dirinya bersalah. Henuk menolak ia disalahkan atas hal tersebut.


“Kalau mau berdebat tentang itu nanti di Polda atau Pengadilan panggil Ahli Bahasa. Jadi kamu jangan interpretasi bilang saya salah, saya tidak mau,” katanya.


Terus menolak meminta maaf, anggota IMP bernama Yohana mengatakan bahwa Yusuf L. Henuk telah merusak nama USU bahkan nama Indonesia atas cuitannya tersebut.


“Saya mau dia (Henuk) tidak mengajar di sini lagi,” katanya.


Perkataan tersebut kemudian dibalas oleh Yusuf L. Henuk.


“Kau (duluan) pindah ke Papua, baru saya pindah ke NTT,” sahutnya.


Sebelumnya diberitakan cuitan Prof. Yusuf L. Henuk di akun twitternya @ProfYLH memantik amarah dari berbagai pihak karena dianggap menyinggung ras Papua.


“Terbukti orang Papua memang bodoh soalnya orang Papua dianggap pintar seperti @NataliusPigai2 bisa dibodohi oleh si “Lucifer” @VeronicaKoman. Semua orang Papua dikuasai “Lucifer”/”Iblis” Jadi merusak iman Kristiani semua. Dimanakah peran gereja di Papua?,” tulis Dosen Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut.


Tak terima, akhirnya puluhan mahasiswa yang tergabung ke dalam Ikatan Mahasiswa Papua (IMP) USU melakukan aksi demonstrasi memprotes cuitan Yusuf L. Henuk tersebut di depan Gedung Biro Rektor Universitas Sumatera Utara, Selasa (2/2/2021). [KM-06]

Baca Juga
Loading...