Tere Liye : Lapangkan hati kalian, baru bisa menilai foto ini dengan obyektif


Loading...

 


Lapangkan hati kalian, baru bisa menilai foto ini dengan obyektif.


1. Jelas sekali telah terjadi kerumunan. Kamu buta hatinya jika bilang tidak. Jelas sekali prokes dilanggar


2. Salah siapa? Protokoler? Polisi? Rakyat yang antusias? Yes, paling mudah memang salahkan rakyat banyak. Selesai. Sedangkan penyebab utama kerumunan? Tidak bisa disalahkan. Kan dia tidak minta orang berkumpul.


3. Ayolah, acara2 peresmian itu sebenarnya bisa online. Cukup lewat layar, selesai. Cukup insinyur2 terbaik yang di sana, pekerja2 hebat infrastruktur yang terus bekerja saat pandemi. Seremonial tahan dulu. Nah, jika maksa sekali tetap peresmian, kamu bisa naik helikopter dari bandara, tiba di sana, suruh polisi berkeliling penuh. Lah, acara di mall saja cukup satpam atau staf toko satu, beres ngusir kerumunan. 


Ayolah, mulailah adil dalam menyikapi banyak hal. Adil yang sebenar2nya adil. Anak sekolah masih belum masuk, online dimana2, orang2 disuruh mengurangi aktivitas, kamu kok tetap bisa keluyuran.


Tapi lagi2, dikembalikan ke kalian. Yang mau tetap punya argumen lain silahkan. Sy lagi sibuk mau mengurus laporan SPT 2020. Eh, sudah lapor ding sejak bulan lalu :) Kamu sudah?


*Tere Liye


**foto dari detik.com

Baca Juga
Loading...