PLAKKK!!! Tulisan Ini Menampar Telak PDIP yang Ragukan Lembaga Pemberi Penghargaan ke Anies


Loading...

 


BRAVO! Mach weiter Bro ANIES BASWEDAN! 


Barusan baca CNN, Titel-nya: "Netizen Heboh Anies Sejajar dengan Elon Musk Jadi Heroes"


Anies diganjar Penghargaan "Pahlawan Transportasi" untuk Level dunia. Kucek siapa sih yang memberi penghargaan. JAWABnya: dari Lembaga JERMAN! 


Hmmm.... aku kenal Karakter Orang Jerman, salah satu bangsa yang paling rigid dan paling demanding klo menetapkan sebuah standard kualitas kesuksesan. Klo ini aku tahu persis karakternya yang begitu taruh standard amat tinggi untuk dianggap memenuhi kriterianya, tapi amat fair: jika bagus akan dipuji bagus!


Sebenarnya, saat Anies diganjar penghargaan Internasional aku blass tidak tertarik membacanya. Maklum sudah biasa klo Bro Anies ini diganjar penghargaan internasional. Hanya ketika diganjar dengan Penghargaan yang Temanya "Hero for Transportation" aku mulai tertarik untuk mencoba menyimaknya. 


Aku sih sudah tahu sejak aku lahir di Rawa Badak Jakarta Utara setengah abad yang lalu sampai saat ini, yang namanya Jakarta itu masalahnya ada 2 yang paling penting yaitu: 

(1) Transportasi Publik 

(2) Pengendalian Banjir 

Ini lah masalah Jakarta terus-menerus.


Lalu kucek lembaganya:

 

Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI) didirikan tahun 2017. Itu ternyata bagian dari GIZ - Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH. GIZ sendiri institusi amat prestisus merupakan Lembaga RESMI di bawah Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) Bundesrepublik Deutschland. Meskipun TUMI itu lembaga baru di bawah GIZ, tapi amat Prestius. 


Ini Profile-nya:

Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI)

Secretariat:

Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH

Friedrich-Ebert-Allee 36 + 40 53113 Bonn, Germany Phone: +49 228 44 60-0 email: info@transformative-mobility.org


Organisational structure:

The Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI) enables leaders in developing countries and emerging economies to create sustainable urban mobility. It offers technical and financial support for innovative ideas. In TUMI the German Federal Ministry of Economic Cooperation and Development (BMZ) has brought together some of the world’s leading institutions working on sustainable mobility with city networks and think tanks to implement projects on site where they are needed most. Partners include ADB, CAF, WRI, ITDP, UN-Habitat, SLoCaT, ITDP, ICLEI, GIZ, KfW and C40. A transition towards sustainable urban mobility requires a shift in policy making and investment decisions. 


TUMI will support projects, leadership development and career building for urban leaders, decision-makers, planners and students; ultimately connecting over 1500 leaders worldwide. We believe in capacity building, mobilization of investments and supporting approaches on the ground as the most effective measures to follow the set goals and achieving a more sustainable urban future.


---


SEKALI LAGI, RESPEKT buat dedikasi jenengan Bro Anies. Stay Safe and Keep Healthy always!

#dariTepianLembahSungaiRheinRuhr


Ferizal Ramli. 

20 thn di Jerman. Posisi Principal Consultant for Strategic Management and Business Solution.

Prnh mengkonsultani klien di Deutsche Telekom (Telekom Jerman), di BMW Group Headquarter München, Clariant Frankfurt, Otto Group Hamburg, Benteler Group Düsseldorf, dsb.


---

Sebelumnya, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak meragukan kredibilitas Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI), pihak pemberi penghargaan 21 Heroes kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.


Seperti diketahui, TUMI memasukan Anies dalam daftar 21 Heroes yang merupakan penghargaan bagi tokoh dunia yang dianggap berhasil di bidang transportasi. TUMI merupakan lembaga nirlaba asal Jerman. Lembaga ini mendorong inisiatif kebijakan transportasi urban berkelanjutan di seluruh dunia.


"Saya merasa ada yang ganjil soal lembaga TUMI ini, karena tidak jelas. Kredibilitasnya juga saya ragukan," kata Gilbert saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (5/2).


Gilbert juga mempertanyakan indikator terpilihnya Anies dalam daftar tersebut. Sebab, sejauh ini, Komisi B menilai tidak ada pencapaian yang bermakna oleh Pemprov DKI di bidang transportasi.


Baca Juga
Loading...