Mengejutkan! Ada Ruhut di Balik Isu Kudeta Partai Demokrat, Moeldoko Cuma Boneka?


Loading...

 


Mantan Jubir Partai Demokrat Ruhut Sitompul membuat pengakuan mengejutkan.


Ruhut mengaku diminta oleh kader Demokrat untuk membujuk Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko agar bersedia menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.


Para kader Demokrat itu, kata Ruhut, sedang menggalang dukungan untuk melakukan Kongres Luar Biasa (KLB) dengan agenda pergantian ketua Umum Partai Demokrat.


“Mereka cerita ke saya, kan saya dekat dengan Pak Moeldoko. Mereka minta bantuan ke saya agar Pak Moeldoko mau jadi ketua umum. Setelah itu, baru akan digelar KLB,” ujar Ruhut saat dihubungi awak media, Kamis (4/2).


Ruhut yang saat ini sudah menjadi Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menambahkan, permintaan kader Demokrat untuk membujuk Moeldoko menjadi ketua umum saat dirinya berkunjung ke daerah. Bahkan ada yang yang menghubungi dirinya lewat telepon.

 

“Sampai kemarin saya masih dihubungi daerah (agar membantu Moeldoko menjadi Ketum Demokrat),” katanya.


Namun demikian, Ruhut tidak bisa ikut serta untuk menjadikan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Hal itu karena dirinya sudah menjadi kader PDIP.


“Bahkan mereka bilang, abang baliklah (ke Demokrat), saya bilang tidak bisa, saya sudah jadi kader PDIP,” ungkapnya.


Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengatakan mengatakan KSP Moeldoko sangat bernafsu menjadi Capres di Pemilu 2024 mendatang.


Sehingga Moeldoko mengelar pertemuan di sebuah hotel dengan para kader Partai Demokrat untuk mengumpulkan kekuatan melakukan kudeta terhadap Ketua Umum Partai Demokrat AHY.


“Berdasarkan keterangan yang kami miliki, pembahasan utama yang disampaikan oleh pelaku gerakan dalam pertemuan itu adalah rencana mengusung KSP Moeldoko sebagai calon presiden 2024,” ujar Herzaky kepada wartawan, Rabu (3/2).


Herzaky menambahkan, Moeldoko menyadari tidak bisa begitu saja menjadi Capres di Pemilu 2024. 


Sehingga membutuhkan kendaraan politik dan yang disasar adalah Partai Demokrat caranya dengan membuat kongres luar biasa (KLB).


Menurut Herzaky, Moeldoko diduga membiayai akomodasi dan memberikan uang kepada kader-kader Partai Demokrat yang setuju untuk melakukan kudeta terhadap putra sulung dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.


“Ada yang mengundang, membiayai tiket pesawat, menjemput di bandara, membiayai penginapan, termasuk konsumsi,” ungkapnya. [/pjst]

Loading...