Kartu Prakerja Tak Jelas, Pengangguran Meningkat, PDIP Salahkan Gubernur Sumut


Loading...

 


Tak jelasnya program Kartu Prekerja membuat pengangguran meningkat. Hal itu juga terjadi di Sumatra Utara (Sumut). Data BPS Sumut per Agustus 2020, jumlah pengangguran naik menjadi 6,91% atau 508.000 orang. Jumlah ini mengalami peningkatan 109.000 orang dibandingkan pada Agustus 2019.

Demikian pernyataan Fraksi PDIP DPRD Sumut dalam rangka mengkritisi 2,5 tahun kepemimpinan Edy Rahmayadi-Musa Rajeksah, Rabu (10/2/2021). Turut memberikan kritik Sekretaris Fraksi Ustad Syahrul Effendi Siregar, angota Komisi E Meriahta Sitepu, Poarada Nababan, Penyabar Nakhe dan Teyza Cimira Tisya.

"Kenaikan persentasi angka pengangguran itu tahun 2019-2020. Itu artinya program pengurangan angka pengangguran di Sumut gagal,” ucap Syahrul Siregar.

Dari sisi anggaran, Teyza Cimira Tisya ikut mengkritisi. Dikatakannya, dari sisi anggaran di Dinas Ketenagakerjaan Pemrovsu tahun anggaran 2021 hanya Rp 200.000.000 dianggarkan untuk program pelaksanaan latihan kerja berdasarkan klaster kompetensi dari total anggaran Rp 54.069.907.300 di dinas tersebut.

“Sedikitnya anggaran di Dinas Tenaga Kerja dan kecilnya anggaran yang digunakan untuk pelatihan-pelatihan tenaga kerja menunjukkan bahwa Gubsu tidak punya perhatian serius dalam menekan angka pengangguran, ini sangat berbahaya bagi rakyat Sumut dan di tahun 2021 dikhawatirkan jumlah pengangguran akan terus meningkat,” ujar Teyza

Kendatipun kenaikan angka pengangguran tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah penduduk usia kerja dan juga oleh pandemi Covid-19, Fraksi PDIP menilai Edy Rahmayadi tidak melakukan berbagai upaya menekan potensi meladaknya angka pengangguran tersebut.

“Jumlah penduduk usia kerja terus bertambah, pandemi covid-19 belum selesai. Oleh karena itu Gubsu harus melakukan langkah-langkah strategis untuk menekan angka pengganguran, hal ini sudah berkali-kali kami sampaikan," ujar Syahrul Siregar.

Fraksi PDIP kembali mengingatkan salah satu visi-misi Edy Rahmayadi adalah mudahnya mencari mata pencaharian dan akan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Di sisa waktu 2,5 tahun lagi masa kerja Edy Rahmayadi, masih banyak janji yang belum terpenuhi, harapan rakyat untuk bangkit dari keterpurukannya semakin jauh. Di sisa jabatannya kita berharap janjinya itu dipenuhi. (med)

Baca Juga
Loading...