Istana Butuh Kripik Pedas dan Keras?


Loading...


 Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan pemerintah membutuhkan kritik yang pedas dan keras dari pers. Pramono mengibaratkan kritik media massa ini sebagai jamu.

"Kita memerlukan kritik yang terbuka, kritik yang pedas, kritik yang keras karena dengan kritik itulah pemerintah akan membangun dengan lebih terarah dan lebih benar," kata Pramono dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2021, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Kabinet, Selasa (9/2).

Namun unggahan di kanal berita tersebut dikomentari satire oleh warganet.

"Katanya pemerintah minta kripik yg pedas dan keras... Kira2 kalau Kita Kasi level 30 cukup pedas gak tuh yah...๐Ÿ™„๐Ÿ™„," tanya akun Efri.

"Klo pedas Pakai yg level 60. Klo yg keras pakai aja besi as diameter 200 mm buat nggebu'i para #BangsatBangsa," balas John.

"Jangan lupa, pemerinta sekarang suka berkata yg maknanya adalag kebalikan dari kata2 itu," sambung Imvibby.

"Nanti kalo kritik melalui sosia media, kena UU ITE, kalo kritik secara langsung dibilang ada yang menunggangi dibalik kritikannya. Hmmm," sindir Awatara.

Sementara itu, Pramono juga pesan agar pers selalu melakukan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah. Ia juga berpesan agar pers Indonesia selalu menjaga integritas.

"Pers yang berintegritas adalah satu syarat mutlak menjadikan bangsa ini bangsa pemenang, bangsa petarung, bangsa yang menjadi bangsa besar," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat lebih aktif menyampaikan kritik terhadap kinerja pemerintah. Ia pun meminta pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Jokowi ingin pelayanan publik semakin baik di masa mendatang. Mantan wali kota Solo itu berharap seluruh pihak ikut ambil bagian dalam mewujudkannya.


(bbc)

Baca Juga
Loading...