Di Masa SBY, Moeldoko Dianak-emaskan, jadi Calon Tunggal Panglima TNI Meski Baru 3 Bulan Menjabat KSAD


Loading...

 


Untuk diketahui, Moeldoko menjadi Panglima TNI di era Presiden SBY. 


Lantas bagaimana cerita pengangkatan Moeldoko saat itu?


Dikutip dari pemberitaan Kontan pada 30 Juli 2013, Moeldoko yang sebelumnya menjabat sebagai KSAD diajukan sebagai calon tunggal Panglima TNI oleh SBY.


SBY mengajukan Moeldoko untuk menggantikan Panglima TNI saat itu, Laksamana Agus Suhartono yang memasuki pensiun pada 25 Agustus 2013.


Surat pengajuan Moeldoko sebagai calon tunggal Panglima TNI diserahkan SBY ke DPR pada 23 Juli 2013. 


"Dalam surat tersebut, Presiden hanya mengajukan satu nama, yakni Jenderal Moeldoko," kata Wakil Ketua DPR masa itu, Priyo Budi Santoso, di Gedung DPR, Selasa (30/7/2013).


Moeldoko dipilih SBY yang saat itu menerima tiga usulan nama dari Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono. 


Tiga nama yang diusulkan Agus yakni tiga kepala staf di masa itu yakni Kepala Staf TNI AD, Jenderal Moeldoko; Kepala Staf TNI AU, Marsekal Ida Bagus Putu Dunia; dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Marsetio. 


Dalam pengajuan tersebut, Moeldoko berada di daftar pertama. 


"Gilirannya (Panglima TNI) kalau tidak Angkatan Udara, yah Angkatan Darat. Sangat mungkin kembali ke Angkatan Darat," kata Agus di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (21/5/2013).


Hanya Tiga Bulan Jabat KSAD


Moeldoko naik menjadi Panglima TNI dalam waktu yang sangat singkat dan terpendek dalam sejarah milier. 


Hal ini karena Moeldoko hanya menjabat sebagai KSAD selama tiga bulan. 


Ia dilantik sebagai Panglima TNI oleh SBY pada 30 Agustus 2013. 


Tiga bulan sebelumnya, tepatnya pada 20 Mei 2013, Moeldoko diangkat menjadi KSAD menggantikan ipar SBY, Jenderal Pramono Edhie Wibowo. 


Sebelum menjabat KSAD, Moeldoko menjabat sebagai Wakil KSAD.

Loading...