Begini Kode Keras Abu Janda Minta Perlindungan Hendropriyono


Loading...

 


Pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda mengaku bahwa dirinya mengagumi AM Hendropriyono sehingga membela sosok tokoh purnawirawan TNI itu dari ucapan eks Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai di twitter.


Diketahui, Abu Janda membela Hendropriyono dan mempertanyakan pemahaman Natalius Pigai dengan menggunakan kata evolusi. Kata-kata itu kemudian bermasalah hukum hingga dilaporkan ke polisi.


"Saya pernah ketemu sekali dua kali di acara PKPI, di acara partai karena beliau waktu itu masih ketumnya. Jadi saya tidak kenal dekat secara pribadi cuma memang beliau ini salah satu jenderal yang saya kagumi karena beliau ini memang spesial ya," ujar Abu Janda kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (4/2).


Menurutnya, Hendropriyono bukan sekadar jenderal, melainkan tokoh yang berpengaruh di Indonesia. Abu Janda mengatakan kalau Hendropriyono juga seorang professor di bidang filsafat intelijen.


Abu Janda berpendapat Hendropriyono merupakan aset bangsa yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, dia sontak bereaksi ketika Pigai melontarkan hinaan terhadap Hendropriyono di twitter.


"Sudah jenderal tapi nggak sekadar jenderal, dia nggak sekadar berjasa di operasi, terus dia mantan kepala BIN juga. Tapi yang spesial juga dia ini profesor di bidang filsafat intelijen," kata dia.


"Jadi memang salah satu aset bangsa yang sangat sangat luar biasa jenderal ini. Makanya aku bereaktif terhadap hinaan Natalius Pigai kepada pak jenderal itu karena itu karena saya kagum kepada beliau," tukas dia.


Menurutnya, duduk perkara kasus tersebut bermula saat Pigai menghina Hendropriyono. Pigai, kata Abu Janda, menyebut Hendropriyono sebagai 'dedengkot tua'.


"Dia menghina dengan sangat keji dan bahkan body shaming dia bilang 'apa kapasitas kau dedengkot tua?' Dia bilang begitu," papar Abu Janda.


Dalam hal ini, dia menegaskan bahwa konteks penyebutan kata evolusi dalam cuitannya itu merujuk pada cara berpikir Pigai yang dinilainya belum berkembang.


Oleh sebab itu, dia pun mengakui apabila tuduhan yang dilayangkan merupakan bentuk penghinaan dari cara berpikir Pigai. Hanya saja, seharusnya perkara tersebut diselesaikan dirinya secara langsung dengan Pigai.


"Ada indikasi pelanggaran saya menghina Pigai setuju. Tapi itu delik aduan Pigai ke saya. jangan dilebarin kemana-mana," ujarnya.


(mjo/wis)

Baca Juga
Loading...