Tangan Dokter Gemetar saat Suntik Jokowi, Saham Farmasi Anjlok Parah!


Loading...

 


Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan vaksinasi Covid-19 pertama kali di Indonesia, hari ini, Rabu (13/1/2021).


Tenaga kesehatan yang menyuntik vaksin itu ke Jokowi, yakni Dokter Kepresidenan Prof Abdul Muthalib.


Menurut pantauan Tribunnews pada siaran langsung Kompas TV, Rabu (13/1/2021).


Terlihat tangan sang dokter ini gemetar sesaat sebelum memasukkan jarum suntik ke lengan Jokowi.


Sementara itu, saham-saham yang bergerak di sektor farmasi anjlok parah pada perdagangan hari ini.

Koreksi saham farmasi bahkan terjadi di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melenggang di zona hijau karena merespons kabar positif ini. IHSG terpantau melesat 0,67%.


Terpantau dari 6 emiten farmasi dan sektor pendukungya seluruhnya ditransaksikan di zona merah dan hanya 1 yang menghijau.


Koreksi terparah sendiri dibukukan oleh PT Phapros Tbk (PEHA) yang anjlok hingga 4,55% ke level Rp 2.520/unit. Sedangkan di posisi kedua diisi oleh PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) yang terkoreksi 4,39% ke level Rp 1.415/unit.


Selanjutnya duo anak usaha Indofarma yakni PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) juga terpaksa anjlok dengan koreksi masing-masing 3,94% dan 3,23%.


Kenaikan sendiri hanya dibukukan oleh emiten jarum suntik PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) yang terbang 4,59% ke level harga Rp 3.870/unit. IRRA sukses menghijau karena perdaganganya disuspensi bursa kemarin ketika saham farmasi lain melesat.


Koreksi saham farmasi terjadi di tengah sentimen terkait vaksin Covid-19 masihmenjadi faktor utama penggerak pasar hari ini. Setelah BPOM memberikan lampu hijau penggunaan darurat vaksin Covid-19 buatan Sinovac, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama yang disuntik.


Apabila tidak ada reaksi negatif serius yang terjadi pada presiden tentu ini akan menjadi sentimen positif bagi pasar tidak hanya hari ini tetapi beberapa hari ke depan mengingat RI akan mulai melanjutkan program vaksinasi masal ke masyarakat setelahnya.


Sebelumnya pada Desember lalu Indonesia berhasil mengamankan sebanyak 3 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac. Kemarin ada tambahan 15 juta bahan baku vaksin tiba di Tanah Air.


(bbs)

Baca Juga
Loading...