Jadi Tersangka, Level Ambroncius Masih di Bawah Abu Janda dkk


Loading...

 


Bukan hanya di sosial masyarakat, hal jilat menjilat pun mengenal sistem kasta atau tingkatan atau level. 

Mulai dari level penjilat dadakan, penjilat militan, penjilat ring satu hingga penjilat ludah. 

Penjilat ludah ada di level tertinggi. Ia tega menjilat ludahnya sendiri demi mengabdi ke lawan. Siapa contoh orangnya, tentu the real oposisi sudah paham. Jadi kita tak perlu lagi menyebut nama. 

Padahal rakyat meletakkan harapan kepadanya. Agar negeri yang gemah ripah loh jinawi ini bisa mandiri. 

Penjilat ring satu, sebenarnya sama dengan para pembisik yang selalu membuat laporan Asal Bapak Senang. Orang jenis ini bermain sangat aman. Padahal mereka sering membuat malu presiden. Dengan laporan asal jadi.

Masih ingat dengan uang Rp11000 triliun yang datanya ada di kantong? Itu salah satu kreasi inovatif mereka.

Penjilat militan, ini yang berdarah-darah. Selain tahan malu, juga kebal laporan. Ia bersedia jadi bumper. Biasanya dipilih orang dengan wajah yang mengesalkan. 

Penjilat militan ini sangat dengan penjilat ring satu. Karena hubungan saling menguntungkan. 

Nah yangtyang  penjilat dadakan. Biasanya orang yang sudah sangat horny untuk menduduki jabatan strategis. 

Mereka awalnya berjuang mati-matian saat pilpres. Namun mungkin kinerjanya kurang bisa dipantau karena gaptek di sosmed.

Saat kawanan yang lain sudah dapat jatah, penjilat dadakan jadi kalap. Langsung deh menjilat kesana kemari. Bahkan ada yang sampai melupakan gelar guru besar, hanya untuk jadi buzzer.

Ambroncius Nababan jadi contoh nyata. Kiprah sebagai Ketua Relawan Jokmin tidak serta merta membuatnya duduk di kursi empuk. Ia serasa dilupakan. Sedih dan kesal menjadi satu. 

Posisi penjilat dadakan ini sangat riskan jadi tersangka. Beda jauh dengan level penjilat militan, layaknya Abu Janda dkk yang meskipun sudah dilaporkan masih tetap aman. Untouchable. 

Dan level Ambroncius masih di bawah Abu Janda dkk. Akhirnya menjadi tersangka ujaran rasis. Padahal Abu Janda lebih dari sekedar rasis.

Baca Juga
Loading...