Kendalikan Peredaran Narkoba dari Penjara, Acun Cuma Dihukum 15 Tahun, Alasan : Sopan dan Jujur Saat Sidang


Loading...

 


Jaksa penuntut umum (JPU) Anita cuma menuntut Rudy alias Ajun bin Ho Cun Lim alias Acun, selama 15 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Pria yang sudah menjadi terpidana ini dinilai terbukti mengendalikan peredaran narkotika jenis sabu dan pil ekstasi dari Lapas Tanjung Gusta Medan.


"Meminta majelis hakim supaya menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Rudy alias Ajun bin Ho Cun Lim alias Acun selama 15 tahun dan denda Rp 1 miliar. Apabila denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana selama 6 bulan kurungan," tegas JPU Anita dalam sidang secara teleconference di Ruang Cakra 2 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (22/1/2021) sore.


JPU dari Kejatisu itu menyatakan, bahwa hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa dilakukan secara berulang dan sudah pernah dihukum dengan perkara sama. Sedangkan hal meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan dan mengakui perbuatannya. "Perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika," cetus Anita.

 

Usai membacakan tuntutan, majelis hakim yang diketuai Syafril Pardamean Batubara menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi) dari terdakwa maupun penasehat hukumnya.


Diketahui dalam dakwaan JPU Anita, pada Kamis, 19 Maret 2020 sekira pukul 14.00 WIB, terdakwa Rudy yang sedang berada di Lapas Tanjung Gusta menghubungi Syahrul (DPO) untuk memesan pil ekstasi sebanyak 200 butir.


Dengan perjanjian, akan dilakukan pembayaran setelah barang terjual. Namun, karena tidak ada stok ekstasi, Syahrul menawarkan kepada Rudy untuk membeli sabu saja dan langsung disetujui.


"Kemudian, Rudy menghubungi dan menugaskan Siti Asiah untuk menjemput sabu itu di kawasan Deli Serdang. Rudy juga memberikan nomor hape Siti Asiah kepada Syahrul karena serah terima sabu tersebut akan diatur oleh mereka," ujar JPU.


Lalu, Siti Asiah memberitahukan Rudy bahwa sabu seberat 500 gram sudah diterimanya dari Syahrul. Alhasil, Rudy menugaskan Siti Asiah untuk menjual barang haram tersebut.


Kemudian, Rudy kembali menugaskan Siti Asiah untuk menjemput dan menerima ekstasi dari Syahrul di daerah Galang Kabupaten Deli Serdang. Sekitar pukul 17.45 WIB, Siti Asiah pergi ke daerah Jalan Pakam-Galang dan menerima satu bungkus plastik asoy berisi ekstasi.


"Sekitar pukul 18.20 WIB, petugas BNNP Sumut berhasil melakukan penangkapan terhadap Siti Asiah dan menyita satu bungkus plastik asoy berisi ekstasi sebanyak 995 butir," jelas Anita.


Selain itu, petugas juga menemukan sabu seberat 5 gram di kos yang disewa Siti Asiah, Jalan M Nawi Harahap Gang Suka Kelurahan Sitirejo I Kecamatan Medan Kota. Sehingga Rudy turut dijemput petugas di Lapas Tanjung Gusta Medan. (mdn)

Baca Juga
Loading...