Kacaw! Bandar Judi Bagikan Uang ke Wartawan di Areal Mapolrestabes Medan


Loading...


Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara menyesalkan sikap oknum wartawan saling berebut “pucuk” (uang-red) di depan masyarakat umum tepatnya di Mapolrestabes Medan.

“Tindakan berebut uang sesama wartawan itu jelas mencoreng dan memalukan,” kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara, Hermansjah, Rabu (6/1) kepada Waspada Online.

Menurutnya, para wartawan seharusnya menjaga etika dan kode etik jurnalistik di mana salah satunya tidak boleh menerima uang atau imbalan dari pihak manapun atas profesi yang dijalankan.

“Wartawan kan bekerja di perusahaan pers. Sudah pasti digaji perusahaan di tempatnya bekerja. Sehingga tidak ada kewajiban pihak mana pun (narasumber-red) untuk memberikan imbalan atau uang kepada wartawan,” tutur wartawan senior Sumut tersebut.

Dalam kasus oknum wartawan yang saling berebut uang itu, Hermansjah meminta kepada Polrestabes Medan untuk kembali menyaring para wartawan yang melakukan tugas peliputan di institusi kepolisian tersebut. Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi kembali terjadinya peristiwa memalukan yang mencoreng nama wartawan.

“Saya yakin kalau wartawan yang telah lulus mengikuti Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) dipastikan tidak akan melakukan tindakan memalukan tersebut. Nah, untuk kasus berebut uang itu saya menduga mereka-mereka hanya mendompleng mengaku sebagai wartawan,” tegasnya.

Diketahui, media sosial (medsos) dihebohkan atas sikap beberapa oknum wartawan yang dinilai kurang memiliki etika dalam menjalankan profesinya sebagai pencari informasi atau berita.

Dalam video yang telah tersebar di medsos itu terlihat para oknum wartawan saling berebut uang saat berada di halaman apel Mapolrestabes Medan.

Seorang sumber di lapangan menyebutkan bahwa pria yang membagikan uang merupakan perwakilan dari bandar judi. 

Seperti diketahui, sebelumnya viral video Emak-emak yang merazia beberapa lokasi judi di Medan.(waspada)
Baca Juga
Loading...