"Udah Senang Mau Dapat Duit, Rupanya Cuma Dikasi Brosur Menantu Jokowi"


Loading...

 


Sebuah foto petugas salah satu SPBU di Medan sedang memegang brosur kampanye Bobby Nasution, handsanitizer dan uang mendadak viral. 

Foto tersebut ramai menuai komentar setelah beberapa waktu sebelumnya terjadi insiden penangkapan timses Bobby yang kedapatan bagi-bagi uang. Meski dijanjikan Rp50ribu, tapi yang dibagikan hanya Rp20 ribu.

Warganet pun tak percaya jika foto petugas SPBU tersebut mendapatkan uang sebanyak yang dipegangnya.

"Nggak mungkin itu uang dari Bobby. Kebanyakan. Itu pasti uang hasil jual BBM," tulis Anto.

"Kalau pun betul, pasti yang dikasi bukan segitu. Bakalan kena potong timses lah," sambut John dengan emoticon ngakak.

"Masih mending ada dapat duit. Aku yakin bapak yang difoto itu cuma dikasi brosurnya. Uang dan handsanitizer bakal ditarik lagi. Udah senang mau dapat duit, rupanya cuma dikasi brosur menantu Jokowi," sambung Joni.

Sebelumnya, warga Jalan Sutomo Gang Sakiran, Kelurahan Gaharu Kecamatan Medan Timur memutuskan untuk mengembalikan uang yang diterima mereka atas dugaan money politic salah satu Paslon yang terjadi Sabtu (28/11/2020) malam lalu.

Di mana para ibu itu mengaku mendapatkan Rp20 ribu dengan dalih dana sertifikasi. Hanya saja saat menerima dana tersebut mereka disuruh foto KTP dan menunjukan simbol dua jari bersamaan dengan uang Rp50 ribu.

"Karena ada bagi-bagi uang ya kami terima aja, tapi kami gak tahu untuk apa, katanya bukan untuk calon. Saat itu ibu yang bagikan suruh warga foto dengan memegang KTP dan menunjukan uang Rp50 ribu sambil membuat simbol jari berbentuk pistol. Tapi uang yang dikasih cuma Rp20 ribu," terang Almizetry, warga Jalan Sutomo Gang Sakiran, Gaharu,  Medan Timur, kepada awak media Selasa (1/12/2020) siang.

Karena curiga bahwa simbol jari menunjukkan salah satu calon yang ikut Pilkada, dirinya pun khawatir kasus ini akan tersangkut dengan hukum mengingat kasusnya telah diproses Panwascam Medan Timur.

"Saya curiga simbol kayak gini (menunjukan bentuk pistol) kan Bobby. Tapi apa mungkin gara-gara Rp20 ribu kita dipenjara?," ujarnya bingung dan memilih untuk mengembalikan uang tersebut ke Panwascam. 

Hal itu pun diamini rekannya yang lain, Marwis dan dan Samaniyah Pasaribu. Marwis menerangkan jika malam itu setidaknya ada sekitar 14 warga yang menerima uang tersebut.

"Kami juga disuruh foto sambil pegang KTP dan uang Rp50 ribu, tapi uang yang kami terima Rp20 ribu sambil menunjuk pakai jari seperti pistol," terang Marwis diamini Samaniyah. (wbc)



Loading...