Pedagang Lontong Kerap Diteror Preman, Yang Ditangkap Polisi Pedagang Lontongnya


Loading...


 Kisah berikut ini terlalu ironi dan membuat kita sebagai warga menjadi serba salah. Atau lebih tepatnya seperti makan buah simalakama. Dimakan mati ayah, tak dimakan mati ibu.


Adalah Miswanto alias Iwan Lontong (42) warga Jalan Bunga Wijaya Kusuma, Padangbulan yang sehari-hari jualan lontong dan sarapan di Pasar Petisah, harus iklas ditangkap polisi karena melawan preman yang mengganggu dagangannya.


Miswanto sebenarnya sudah sering usilin Roby (44), preman yang merupakan warga Jalan Mojopahit. Tapi puncaknya terjadi saat Roby memukul dua karyawan Miswanto.


“Saya mukuli Roby lantaran dia buat ulah. Dagangan saya diganggunya,” kata Miswanto di ruang penyidik Polsek Medan Baru, Kamis sore.


Menurut Miswanto, ia sebenarnya tidak ada niat menganiaya Roby. Namun, karena kerap berbuat ulah, Iwan terpaksa menghantam kepala Roby dengan balok kayu.


“Selain mengganggu dagangan saya, dia juga memukul dua anggota saya. Siapa yang enggak emosi dengan sikapnya itu,” kata Miswanto.


Kanit Reskrim Polsekta Medan Baru AKP Adhie Putranto Utomo mengatakan, korban bernama Roby melapor setelah dianiaya pada Kamis (23/6/2016) lalu. Saat itu, Roby dihantami balok dan dirawat di rumah sakit.


“Ada dua lagi yang masih kami cari. Mereka yang kami cari ini ikut melakukan penganiayaan terhadap pelapor,” katanya.


Sepertinya ini angin segar buat para preman. Ganggulah orang sepuasnya, laporkan polisi kalau mereka melawan. Dasar preman lontong.(alfian)

Loading...