Hasil Surveynya Disentil, Yunarto Ngamuk, eh Malah Ditampol HNW


Loading...


Yunarto Wijaya sedang uring-uringan layaknya wanita yang haid. Pasalnya. Lembaga survei miliknya, Charta Politika diragukan kredibilitasnya usai memberikan juara ke Kementrian Sosial yang ternyata malah kena 'musibah'. 

Salah satu sindiran yang membuat panas Yunarto berasal dari petinggi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW).

"Krn Mensos dinyatakan sbg terdakwa dan ditahan olh @KPK_RI, GATRA mencabut piagam penghargaan yg pernah diberikan ke Mensos tsb. Bagaimana dg pak @yunartowijaya, akan menarik hasil survey lembaga yg dipimpinnya bhw Juliari B(Mensos) adalah Menteri juara penanganan Korona?," tulis HNW di akun twitternya.

Yunarto dengan segera menjawab dengan emosi.

"Coba ustad skrg buktikan ada rilis survei saya yg nyatakan bahwa mensos juara penanganan coroa... Kecuali ustad hanya baca meme atau judul berita.. Rilis survei lengkapnya tersebar kok, ayo kita lihat, saya yg hrs cabut atau ustad yg bersedia minta maaf? πŸ™☺," balas Yunarto.

"Kalo saya bisa buktikan bahwa isi berita dan rilis survei bahwa tidak ada pernah kata yg menyebutkan mensos juara, dan hanya di peringkat ke 7, ustad bersedia minta maaf ke lembaga saya?," tambah Yunarto makin emosi.

HNW menunjukkan bukti penyebutan kata 'juara' dengan skrinsut media online Jawapos.com.

"Yang saya rujuk,baca& “cuitkan” adalah berita di https://t.co/Tyd38OBwgb. Judul maupun isi beritanya. Disana disebut “juara”. Memang tidak disebut juara 1,2,atau 7. Itu berita lama,sudah dipublish sejak 22 Juli 2020. Sejak itu, Anda pernah koreksi https://t.co/Tyd38OBwgb? Trims," jawab HNW lagi.

Menerima jawaban seperti itu, emosi Yunarto makin tinggi.

"Coba baca lagi ustad, sebutkan hasil survei saya di berita tsb (beserta angkanya) yg menyatakan mensos juara, jadi anda bisa tau yg absurd survei saya atau isi & judul berita ini," kata Yunarto.

"Apakah Anda juga sudah baca isi beritanya, saat tadi mention saya? Kalau sudah baca tentu tau ada pernyataan “juara”, sbb :”Charta Politika menggelar survey terkait kinerja para Menteri di Kabinet Indonesia Maju. Juaranya adalah Kementerian Sosial...," sambung Yunarto.

Tanpa diduga, jawaban HNW makin menampol telak Yunarto.

"Tadi anda perkirakan saya tak baca isi berita dan tak ada penyebutan “juara”, sudah saya jawab;ternyata saya sudah baca isi berita dan buktikan ada penyebutan “juara”. Seandainya dari dulu anda koreksi judul&isi berita JawaPos yg anda anggap absurd itu, tentu akan lain ceritanya," ujar akun @hnwahid.

Tanggapan dan balasan Yunarto yang emosional menarik perhatian warganet untuk ikut berkomentar.

"Dulu selesai survei si Yunarto gak pernah periksa lagi hasil dan tanggapan dari banyak berita. Disitu lah Bodohnya Yunarto. Setelah rame dia baru tau kalau ada berita kek gitu.. Mau protes ke sumber beritanya.. malu 😁😁," kata @hukumDan.

"Banyakan makan sayur rebung jd muka tembok," sambung @sapulebo99

"Dulu wkt rilis survey dan heboh diberitakan media2 gak ada tuh ralat dari Yunarto.. kok baru skrg mau ngeles," sindir @maspiyu0.

"Pedebatannya seperti waktu saya SMP hanya berkutan di urusan penyebutan kata "juara". Bisa gak andaikan yg diperdebatkan tentang, kenapa yang korupsi justru yang sebelumnya dibela-bela baik oleh survei, pemerintah maupun netizen..?," ungkap @rosailiw.


"Beginilah kalo cari pembenaran, Survey buat nyenangin yg bayar ternyata yg bayar harus di 'revolusi akhlak' nya, Akhirnya..... deh lembaga survey nya," tutup @imrajula

Baca Juga
Loading...