Filipina Ancam Sinovac : Jangan Menyuap Kami!


Loading...

 


"Di sini, di Filipina, jangan coba menyuap kami," kata Eric Domingo, direktur jenderal FDA, seperti dikutip ABC CBN. "Kalian akan memiliki masalah, dan tidak mendapat persetujuan."


Pernyataan disampaikan Domingo menyusul laporan The Washington Post bahwa Sinovac Biotech punya catatan buruk, yaitu menyuap regulator Cina untuk mendapatkan persetujuan penggunaan vaksin SARS.


Dalam artikel 4 Desember 2020, The Washington Post menulis Sinovac berdiri 2001 dan dipilih pejabat Beijing untuk memimpin pengembangan vaksin SARS, flu burung, dan flu babi.


Sinovac membuat vaksin itu, dan mendapat persetujuan untuk digunakan secara massal. Belakangan terungkap Sinovac menyuap pejabat yang mengawasi peninjauan vaksin.


Tahun 2016, dalam kesaksian di pengadilan, Yin Weidong -- kepala eksekutif dan pendiri Sinovac -- mengaku memberikan 83 ribu dolar AS, atau Rp 1,2 miliar, kepada Yin Hongzhang, pejabat yang mengawasi peninjauan vaksin.


Suap diberikan antara tahun 2002 hingga 2011. Yin Hongzhang dan istrinya mengaku menerima suap untuk mempercepat sertifikasi vaksin Sinovac.


Kini di Filipina, Sinovac sedang menunggu proses mendapatkan persetujuan produknya. Manila Standard memberitakan vaksin Covid-19 buatan Sinovac mendapat persetujuan Panel Ahli Vaksin (VEP) yang berada di bawah Departemen Sains and Teknologi (DOST).


Departemen Kesehatan Filipina mengatakan vaksin itu kini berada di FDA untuk ditinjau. Padahal, untuk sampai ke FDA, vaksin seharusnya mendapat persetujuan Badan Peninjau Etik.


Sesuai kesepakatan internal antara FDA, DOST, dan DOH, FDA bisa mengevaluasi dokumen pemohon sambil menunggu persetujuan Badan Peninjau Etik.


VEP dan DOST meninjau uji klinis Fase 1 dan 2 calon vaksin. Badan Peninjau Etik mengevaluasi pemilihan peserta untuk uji klinis pada menusia. (bbs)

Loading...