Timses Menantu Jokowi Ditangkap Warga saat Bagi-bagi Duit, Sempat Telpon Preman, Tapi Ditinggal Kabur


Loading...

 


Puluhan warga Kelurahan Gaharu  Minggu (29/11) malam pukul 21.00 menangkap dua perempuan yang ketahuan membagi-bagikan uang kepada warga untuk kepentingan Pilkada.  

Kedua wanita itu diamankan di sebuah rumah warga setempat yang  dijadikan sebagai lokasi bagi-bagi uang  tersebut. Mereka mengaku mendapat perintah membagikan uang  kepada masyarakat asal mau mendukung salah satu kandidat di Pilkada Medan.

Sejumlah warga sudah ada yang sempat menerima uang dari wanita itu. Tapi yang lain justru keberatan dan menyampaikan protes. Keributan sempat terjadi dari aksi protes  itu, sehingga warga yang ada di sekitar  kawasan itu langsung datang memadati rumah tempat pembagian uang tersebut. 

Mereka langsung menahan pihak yang membagikan uang itu, seraya memanggil Panwaslih  Kecamatan  Medan Timur untuk memeriksa kedua perempuan itu. 

Belakangan diketahui kalau perempuan itu berinsial KB. Sedangkan temannya seorang warga setempat yang sudah dikenal warga.

KB adalah sosok yang paling aktif membagi—bagikan uang  kepada warga setempat. Saat diperiksa warga, ia terlihat menggunakan masker bergambar Bobby dan Aulia.

Dalam pemeriksaan itu, KB mengaku datang ke Kelurahan Gaharu Gang Sakiran untuk membagikan uang kepada warga asal mau mencoblos kandidat nomor dua pada Pilkada Medan 9 Desember mendatang. 

Ia menjadikan rumah Ibu Maramis alias Suing sebagai tempat kumpul. Lalu bersama rekannya warga setempat, KB mengumumkan kepada warga agar menemuinya untuk  mendapatkan uang Rp 50 ribu.

“Siapa yang mau uang, ayo berkumpul di rumah Ibu Suing, “ demikian  ajakan mereka. 

Ibu Suing  cukup dikenal warga setempat karena ia merupakan penjual sate yang sudah cukup lama di gang tersebut. 

Sebagian warga yang penasaran dengan ajakan itu merasa tertarik   untuk datang. Saat bertemu, KB langsung menyerahkan uang Rp 50 ribu kepada warga. Syaratnya, warga yang menerima  harus  bersedia difoto  dengan berpose menunjukkan dua jari sebagai simbol  dukungan untuk kandidat nomor 2 di Pilkada Medan.

Mulanya aksi KB berjalan lancar.  Semakin lama semakin banyak warga yang datang ke rumah tersebut. Dari situlah  mulai muncul protes dari warga karena menilai B telah melakukan politic uang  guna memenangkan salah satu kandidat. Warga langsung memanggil Panwaslih Kecamatan Medan Timur guna mengusut aksi KB dan teman-temannya.

Merasa terpojok, B sempat menelpon beberapa orang sahabatnya. Sekelompok  pemuda yang  mengaku dari sebuah OKP  sempat datang ke lokasi untuk membebaskan B dari sekapan warga. 

 Tapi jumlah warga yang cukup banyak membuat anggota OKP itu tak berkutik, sehingga mereka balik badan.  Lalu B mencoba menelepon  orang lain yang dikenalnya, tapi dengan nada marah.

“Kalian tak bertanggungjawab. Kalian suruh aku bagi-bagi uang, tapi begitu ada masalah seperti ini, kalian semua lepas tangan,”  ujarnya dengan nada kecewa.

Tak lama setelah berbicara lewat telepon,  Tim Panwaslih Kecamatan Medan timur, dipimpina Ketuanya  Taufik Hidayat Tanjung  serta didampingi Kepling setempat tiba di lokasi. 

KB dan temannya langsung diproses atas tuduhan bagi-bagi uang untuk Pilkada. Masalah ini rencananya akan terus diproses  Panwaslih sebagai kasus penyuapan warga untuk kepentingan Pilkada.  

“kita akan bersikap professional untuk memeriksa kasus ini. Masyarakat nanti akan diberitahukan ,” kata taufik Hidayat Tanjung.  Sesuai aturan yang berlaku, kasus ini akan dituntaskan paling lama dalam 7 hari ke depan. **

Loading...