Penembak Pendeta di Prancis Bukan Muslim, Langsung Dibebaskan


Loading...

 


Polisi Prancis telah membebaskan seorang tersangka yang ditangkap setelah penembakan seorang pendeta Ortodoks Yunani di Lyon. Alasan polisi, pria yang dinyatakan sebagai tersangka itu ternyata tidak terlibat dan pelaku penembakan yang sebenarnya masih berkeliaran.


Menurut Kantor Kejaksaan Lyon, pria yang ditangkap tak lama setelah penembakan pada hari Sabtu itu dibebaskan karena polisi tidak menemukan bukti keterlibatannya. 


Sementara itu, akun centang biru milik Jeremy McLellan mengatakan bahwa pelaku penembakan juga merupakan pendeta. Tragedi penembakan dikarenakan masalah pribadi.


Padahal sebelumnya, tuduhan diarahkan ke komunitas muslim yang langsung diberi gelar sebagai teroris.



Berita sebelumnya, pendeta berusia 45 tahun yang merupakan ayah dua, Nikolas Kakavelakis, ditembak dua kali saat dia menutup gereja sekitar pukul 16.00 sore. Dia masih dalam kondisi kritis.


Menurut Keuskupan Suci Ortodoks Yunani di Prancis, korban dijadwalkan kembali ke Yunani setelah bekerja di gereja Lyon tempat dia ditembak.


"Kami berdoa untuk pemulihan yang cepat dan dengan tegas mengutuk semua bentuk kekerasan," kata keuskupan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Sky News, Senin (2/11/2020). 


Peringatan keamanan Prancis telah dinaikkan ke level tinggi di seluruh negeri setelah pembunuhan tiga orang di sebuah gereja di Nice pada hari Kamis, di tengah ketegangan global atas kartun Nabi Muhammad yang diterbitkan majalah satire Charlie Hebdo. (bbs)

Loading...

Posting Komentar

0 Komentar