Baru Dipasang, Spanduk Ini Sudah Diturunkan, Ternyata Belum Bayar Ongkos Cetak


Loading...


 Belasan spanduk berisikan penolakan terhadap pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terpasang di Kota Medan. 


Spanduk berukuran 3 meter ini berada di Jalan Wiliem Iskandar simpang Jalan Aksara, Medan. Ada satu buah spanduk penolakan yang terpasang di tempat ini. Spanduk ini dipasang menggunakan tali di dua tiang listrik.


Di dalam spanduk terlihat dipasang foto Habib Rizieq yang diberi tanda silang merah. Di dalam spanduk juga tertulis kata-kata penolakan terhadap Habib Rizieq. Di bagian bawah spanduk tertulis Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat.


"Tolak Habib Rizieq, Sumut Bukan Tempat Mu!!!" tulis spanduk itu.


Namun baru beberapa saat dipasang, spanduk tersebut dilepas. Dua orang pria mengendarai sepeda motor matic dengan lincah menurunkannya. 


"Terpaksa diturunin bang, soalnya belum dilunasin ongkos cetaknya. Makanya kami cari. Di mana spanduknya dipasang. Langsung kami turunin lah," kata salah seorangnya.


"Perjanjiannya, setelah dibayar baru boleh diambil. Tadi mereka langsung lari setelah mengambil spanduk. Sepertinya memang tak ada itikad baiknya," sambung temannya.


Sementara itu, seorang warga yang berada di lokasi, Rudi, mengaku tidak mengetahui siapa yang melakukan pemasangan spanduk itu. Dia juga tidak mengetahui kapan spanduk itu terpasang.


"Saya di sini sudah dari pukul 10.00 WIB, saya juga enggak ada merhatikan kalau spanduk itu ada di situ. Selama di sini saya enggak ada lihat spanduk itu dipasang," ucap Rudi.


Sementara itu, Wakil Ketua GNPF Ulama Sumut Tumpal Panggabean menyebut spanduk itu adalah spanduk siluman. Dia menduga spanduk itu dibuat untuk memecah belah masyarakat Kota Medan.


"Terkait dengan spanduk siluman yang tiba-tiba muncul pagi hari ini tentang penolakan imam besar Habib Rizieq benar-benar skenario siluman. Sekarang kelihatan dengan jelas siapa yang memecah belah, siapa yang memancing, siapa yang bermain di saat Kota Medan ini sedang kondusif," kata Tumpal saat dimintai konfirmasi.


Tumpal meminta agar Pemkot Medan untuk menurunkan spanduk itu. Dia meminta agar spanduk itu segera diturunkan karena dapat memancing kemarahan.


"Kita minta dengan hormat kepada Pak Wali Kota Medan agar dapat menertibkan spanduk itu melalui Satpol PP. Kita minta juga pihak keamanan, pihak kepolisian, Pak Kapolrestabes, Pak Kapolda, spanduk-spanduk tersebut memancing kemarahan umat Islam. Kami percaya pihak kepolisian, pihak Wali Kota melalui Satpol PP bisa menyelesaikan itu tanpa umat Islam yang harus turun membersihkan itu," jelasnya.

Loading...

Posting Komentar

0 Komentar