Akuilah! Jakarta Memang Amburadul, Ini Buktinya!


Loading...

 


Beragam penghargaan yang diterima Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap saja tidak bisa menutupi ke-amburadul-an ibukota Indonesia tersebut.


Meski dalam waktu tidak sampai 30 hari, Anies Baswedan dan jajaran meraih 10 penghargaan dari dalam maupun luar negeri.


Yang terbaru, DKI Jakarta menjadi kota yang meraih penghargaan transportasi berkelanjutan atau Sustainable Transport Award (STA) 2021. Mengalahkankan puluhan kota besar dunia, seperti :


  • Jakarta, Indonesia
  • Addis Ababa, Etiopia
  • Auckland, Selandia Baru
  • Bhubaneswar, India
  • Bogota, Kolombia
  • Braga, Portugal
  • Buenos Aires, Argentina
  • Cali, Kolombia
  • Charlotte, AS
  • Coimbatore, India
  • Kota Guatemala, Guatemala
  • Cuenca, Ekuador
  • Elche, Spanyol
  • Frankfurt, Jerman
  • Hubballi Dharwad, India
  • Iloilo, Filiphina
  • La Paz, Bolivia
  • Lane Country, AS
  • Lisboa, Portugal
  • Lviv, Ukraina
  • Monterrey, Meksiko
  • Moskow, Rusia
  • Niteroi, Brazil
  • San Fransisco, AS
  • San Paulo, Brazil
  • Songpa, Korea
  • Tartu, Estonia
  • Windhoek, Namibia

Dan yang membuat Jakarta amburadul seperti komentar Megawati adalah mangkraknya LRT dan ratusan bus transjakarta.


Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio, menilai proyek kereta layang atau LRT Jakarta yang digroundbreaking mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada 2016 silam, sudah tidak laik sejak awal.


Menurut Agus, proyek tersebut tidak disiapkan dengan baik dan terkesan tumpang tindih. Ia menjelaskan angkutan umum di perkotaan harus terkoneksi baik dengan bentuknya melingkar dan silang. Lalu, di tengah ada feeder.


Agus menilai peran transportasi tersebut sebenarnya sudah ada di MRT Jakarta. Sementara transportasi yang dimanfaatkan sebagai feeder ada Transjakarta.


Menurut Agus, adanya LRT Jakarta hanya mengejar proyek saja, tetapi tidak memikirkan pengelolaannya setelah jadi. Pengerjaan LRT Jakarta juga terlambat dan akhirnya tetap digunakan sebagai pendukung Asian Games dari Kelapa Gading ke Velodrome.


Sehingga, kata Agus, tidak heran kalau saat ini LRT Jakarta jadi sepi penumpang. Mahalnya biaya pembuatan LRT tak sebanding dengan jumlah penumpang yang memanfaatkannya. Untuk itu, menurutnya tak masalah ada rencana penghapusan rute Velodrome - Dukuh Atas.

Sementara itu, Ratusan bus Transjakarta yang terbengkalai di sebuah lahan tepatnya di Jalan Raya Dramaga, Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mulai dihancurkan, Senin (2/11/2020).

Ratusan bus TransJakarta hasil pengadaan tahun anggaran 2013 hanya dibiarkan teronggok pada lahan di depan Rumah Sakit Karya Bakti Pertiwi, Jalan Raya Dramaga, Bogor. Menurut catatan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, jumlah totalnya mencapai 483 unit bus.

Demikian dinyatakan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, berdasarkan data pengadaan pada tahun 2013. Bus-bus itu merupakan aset bekas perusahaan-perusahaan penyedia bus TransJakarta yang telah dinyatakan pailit.

Namun, sialnya Pemprov DKI Jakarta telah membayarkan uang muka sebesar kurang lebih Rp 110 miliar, dan pihak penyedia bus sudah menerimanya. Di bawah Gubernur Anies Baswedan, Pemprov DKI Jakarta menagih uang muka tersebut kepada perusahaan penyedia bus TransJakarta. Langkah hukum akan dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta. 

Begitulah, Anies Baswedan harus segera membereskan amburadulnya 'warisan' Jokowi dan Ahok. Atau segala ke-amburadul-an tersebut ditimpahkan kesalahannya ke Anies seorang. (red/bbs)


Loading...

Posting Komentar

0 Komentar