Ustadz Salim Posting Serat Wedhatama, Isinya Makjleb Banget! Mirip Si Anu!


Loading...

 

Serat wedhatama

Serat Wedhatama (bahasa Indonesia: tulisan mengenai ajaran utama) adalah sebuah karya sastra Jawa Baru yang bisa digolongkan sebagai karya moralistis-didaktis yang sedikit dipengaruhi Islam. Karya ini secara formal dinyatakan ditulis oleh KGPAA Mangkunegara IV. Walaupun demikian didapat indikasi bahwa penulisnya bukanlah satu orang.[1]


Serat ini dianggap sebagai salah satu puncak estetika sastra Jawa abad ke-19 dan memiliki karakter mistik yang kuat. Bentuknya adalah tembang, yang biasa dipakai pada masa itu.


PANGKUR

@salimafillah


Tentang hal belakang, tentang buah tutur yang kita tinggalkan untuk generasi berikutnya; baiklah kita renungkan soal pungkuran. Tembangnya pangkur.


Pangkur juga berarti mungkur (mundur/ mengundurkan diri), memberi gambaran bahwa manusia mempunyai fase dimana ia akan mulai mundur dari kehidupan ragawi dan menuju kehidupan jiwa atau spiritualnya. Pangkur atau mungkur dapat diartikan juga menyingkirkan hawa nafsu angkara murka, nafsu negatif yang menggerogoti jiwa kita.


Dari Serat Wedhatama, anggitan KGPAA Mangkunagara IV:


03

Nggugu karsane priyangga, 

nora nganggo peparah lamun angling,

lumuh ingaran balilu, 

uger guru aleman, 

nanging janma ingkang wus waspadeng semu, 

sinamun samudana, 

sesadoning adu manis .


Hanya menuruti kehendak diri sendiri,

Tidak memakai perhitungan ketika bicara,

Tidak mau dianggap bodoh,

Hanya mabuk pujian,

Namun orang yang sasmita pada pertanda,

Menyamarkan diri dalam sikap merendah,

Menanggapi dengan ramah.


04

Si pengung nora nglegewa, 

sangsayarda denira cacariwis, 

ngandhar-andhar angendukur, 

kandhane nora kaprah, 

saya elok alangka longkangipun, 

si wasis waskitha ngalah, 

ngalingi marang sipingging.


Si Dungu tidak menyadari,

Bualannya semakin menjadi-jadi,

Melantur tidak karuan,

Bicaranya yang hebat-hebat,

Makin aneh dan tak masuk akal,

Si pandai maklum dan mengalah,

Menutupi ulah si bodoh.


05

Mangkono ilmu kang nyata, 

sanyatane mung weh reseping ati,

bungah ingaran cubluk, 

sukeng tyas yen den ina, 

nora kaya si punggung anggung gumunggung, 

ugungan sadina dina, 

aja mangkono wong urip.


Demikianlah ilmu yang sejati,

Sebenarnya hanya menyenangkan hati,

Bahagia walau dianggap bodoh,

Senang hati meski dihina,

Tidak seperti si dungu yang sombong dan banyak berdengung,

Ingin dipuja setiap hari,

Jangan demikianlah hidup dalam pergaulan.

_________

Pungkuran KK Paksa Gumelar, tinatah lung penuh bunga. Semoga kita meninggalkan buah tutur yang harum bagi generasi berikutnya. Seperti doa Nabi Ibrahim 'Alaihissalaam:


"Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian." (QS Asy Syu'araa: 84)

Loading...

Posting Komentar

0 Komentar