Polda Sumut Tangkap Ketua KAMI Medan, Disebut Dalang Kerusuhan Demo


Loading...

  

Polisi telah menangkap dan menetapkan Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Kota Medan, Hairi Amri sebagai tersangka dalang kerusuhan saat demonstrasi penolakan pengesahan UU Cipta Kerja di DPRD Sumut, Kamis (8/10/2020). 


Rafriandi tidak mengetahui pasti ihwal penangkapan Hairi Amri. Sehingga tidak mau berkomentar banyak.


Sementara itu, Akademisi asal Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Sohibul Ansor Siregar, mengaku ikut hadir pada acara deklarasi KAMI Sumut pada 18 Agustus 2020. Namun, ia tidak ikut di dalam struktur kepengurusan.


"Saya diminta hadir untuk acara diskusi, saya hadir memberikan pandangan. KAMI ini kan menjadi gerakan yang ujungnya mau menjadikan Gatot Nurmantyo sebagai presiden," jelasnya.


Secara pribadi, Sohibul mengatakan dirinya kenal dengan Hairi Amri yang telah ditangkap polisi atas keterlibatan aksi kerusuhan demonstrasi Tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.


"Saya kan mengajar di UMSU, dia (Hairi) mahasiswa di sana. Selama ini dia banyak berkiprah di Jakarta, kan anak teknik juga. Belakangan kembali ke Medan ikut gerakan KAMI," bilangnya.


Menurutnya, saat DPW PAN Sumut dipimpin oleh Kamaluddin, Hairi sempat bergabung di dalamnya dan juga ikut menjadi calon anggota legislatif.


"Kalau sekarang apakah masih aktif di PAN saya kurang tahu," bebernya.


Ketua DPW PAN Sumut, Yahdi Khoir Harahap, mengakui bahwa Hairi Amri pernah bergabung di PAN.


"Kalau periode saat ini dia (Hairi) tidak ada lagi di struktur kepengurusan, dan juga sudah tidak aktif lagi," jelasnya.


Dia juga tidak membantah Hairi Amri pernah menjadi caleg DPRD Provinsi Sumut dari PAN.


"Itu periode yang lama, sekarang ini sudah tidak aktif lagi dan tidak ada di kepengurusan," paparnya.


Seperti diberitakan, Kapolda Martuani Sormin menyebut Ketua KAMI Medan atas nama Hairi Amri telah ditangkap kepolisian. Adapun peran Hairi Amri adalah menyuplai logistik.


Namun tidak disebutkan kapan dan dimana penangkapan itu dilakukan. Namun Kapolda mengatakan sudah ada penetapan tersangka. (mbd)

Loading...

Posting Komentar

0 Komentar