Ikuti Suara Rakyatnya, Presiden Brazil Tolak Vaksin China, "Rakyatku Bukan Kelinci Percobaan!"


Loading...

 


Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, menyatakan pihaknya tidak akan membeli vaksin Covid-19 buatan China, sehari setelah menteri kesehatan Brasil menyebut vaksin tersebut akan ditambahkan pada program imunisasi.


Menanggapi pendukungnya di media sosial yang mendesaknya agar tidak membeli vaksin Sinovac, Bolsonaro mengatakan: "Kami tidak akan membeli vaksin China."


Sang presiden menyebut vaksin tersebut belum merampungkan uji coba.


Brasil termasuk negara yang paling parah terkena dampak virus corona.


Terdapat hampir 5,3 juta kasus positif di Brasil - tertinggi ketiga di dunia setelah AS dan India. Brasil juga tercatat pada peringkat kedua dunia setelah AS dalam hal angka kematian, yakni hampir 155.000 kematian hingga 21 Oktober, menurut data Universitas Johns Hopkins.


Pada Selasa (20/10), Menteri Kesehatan Brasil, Eduardo Pazuello, mengatakan pemerintah federal telah mencapai kesepakatan dengan pemerintah Negara Bagian São Paulo untuk membeli 46 juta dosis vaksin CoronaVac yang sedang diuji oleh pusat riset Brasil, Institut Butantan.


Vaksin itu—yang akan diproduksi Butantan—masih harus disetujui oleh badan regulator kesehatan agar dapat digunakan masyarakat.


Gubernur São Paulo, João Doria, mengatakan program vaksinasi dapat dimulai pada Januari 2021, yang menjadikan program itu sebagai salah satu vaksinasi Covid-19 pertama di dunia.


Akan tetapi, pada Rabu (21/10), Presiden Bolsonaro mencuit di Twitter bahwa setiap vaksin harus disetujui oleh badan regulator kesehatan dan diuji keampuhannya oleh kementerian kesehatan sebelum tersedia untuk masyarakat.


"Rakyat Brasil tidak akan menjadi kelinci percobaan siapapun," sebutnya.


Institut Butantan mengumumkan pada Senin (19/10) bahwa vaksin dua dosis dari Sinovac tampaknya aman dalam uji klinis tahap akhir.


Namun, hasil itu 'hanyalah hasil permulaan' dan pengujian masih terus berlangsung, demikian mereka memperingatkan. Pusat penelitian ini juga menyatakan, data tentang seberapa efektif vaksin tersebut tidak akan dirilis sampai uji coba selesai.


Brasil juga berencana untuk mendistribusikan vaksin yang dibuat oleh Universitas Oxford Inggris dan perusahaan farmasi AstraZeneca.


Hingga kini, uji coba vaksin buatan Sinovac juga dilakukan di Turki dan Indonesia. (bbc)

Loading...

Posting Komentar

0 Komentar