Di tahun Ini, Utang Baru Pemerintah Sudah Mencapai Rp810 T


Loading...

 


Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memaparkan, pemerintah telah menambah pembiayaan atau utang baru sebesar Rp 810,8 triliun hingga akhir September 2020.


Kenaikan pembiayaan tersebut mencapai 155,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 317,9 triliun.


Nilai pembiayaan utang tersebut mencapai 66,4 persen dari target yang terdapat dalam Perpres 72 tahun 2020, yakni sebesar Rp 1.220 triliun.


"Pembiayaan Rp 810,8 triliun atau 66,4 persen, likuiditas cukup besar, tapi demand di bank masih rendah. Sehingga bank beli SBN dengan likuiditas yang baik," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers online APBN KiTa, Senin (19/10/2020).


Secara rinci, penarikan utang baru itu terdiri dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 790,6 triliun atau naik 139,2 persen dari September 2020.


Selain itu, ada juga pinjaman sebesar Rp 20,1 triliun atau turun 259,5 persen dari periode yang sama tahun lalu.


Dia melanjutkan, dari SBN yang telah diterbitkan pemerintah itu, yang telah dibeli Bank Indonesia (BI) dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) I mencapai Rp 61,63 triliun.


Sedangkan dalam SKB II atau burden sharing sebesar Rp 320,81 triliun, terdiri dari pembiayaan untuk public goods Rp 229,68 triliun dan non-public goods Rp 91,13 triliun.


Lebih lanjut, dalam SKB II dalam rangka berbagi beban atau burden sharing untuk pembiayaan public goods itu mencapai 57,7 persen dari target sebesar Rp 397,56 triliun. Sedangkan untuk pembiayaan non public goods itu mencapai 51,48 persen dari target Rp 177,03 triliun.


"Penerbitan SBN dengan SKB I (Surat Keputusan Bersama) kita dengan BI capai Rp 61,63 triliun, sedangkan SKB II dengan BI itu Rp 229,68 triliun," jelasnya.


Dari sisi pembiayaan investasi sudah mencapai Rp 27,2 triliun per akhir September 2020. Angka tersebut tersebar untuk investasi di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Layanan Umum (BLU), dan lembaga lain, masing-masing mencapai Rp 11,3 triliun, Rp 11 triliun, dan Rp 5 triliun.


Selain itu, pemberian pinjaman sebesar Rp 1,4 triliun dan kewajiban penjaminan Rp 200 miliar sampai akhir September 2020. 


Dengan demikian, total pembiayaan anggaran keseluruhan sampai akhir bulan lalu sebesar Rp 784,7 triliun atau naik 154,9 persen dari periode yang sama tahun lalu.


Secara keseluruhan, pembiayaan anggaran itu sudah mencapai 75,7 persen dari target tahun ini dalam Perpres 72 Tahun 2020 yang sebesar Rp 1.039,2 triliun. (kmp)

Loading...

Posting Komentar

0 Komentar