Ada Cacing Pita di Otak, WHO : Akibat Makan Daging Babi


Loading...

 


Sakit kepala yang tak kunjung mereda dialami oleh seorang perempuan di Australia. Meski sudah meminum obat, namun rasa sakitnya itu terus berlanjut. Ternyata apa yang dideritanya itu berasal dari cacing pita.


"Manusia terinfeksi setelah mengonsumsi makanan yang kurang matang, terutama daging babi, atau air yang terkontaminasi telur cacing pita, atau melalui praktik kebersihan yang buruk,” kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seperti dikutip dari laman Fox News.


Penyakit yang diderita perempuan itu merupakan parasit, di mana terjadi setelah seseorang secara tidak sengaja menelan telur Taenia solium atau cacing pita babi.


Menurut dokter dalam The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene mengatakan, padahal perempuan tersebut tidak pernah memiliki riwayat bepergian ke luar rumah.


"Kasus Australia yang dilaporkan terjadi kepada imigran atau penduduk yang kembali, yang telah melakukan perjalanan ke daerah endemik. Kasus autochthonous telah dicatat di wilayah nonendemik lainnya di dunia," terangnya.


"Termasuk laporan yang sering dirujuk dalam komunitas Yahudi ortodoks di New York City dan juga di negara-negara Timur Tengah, di mana konsumsi daging babi dilarang karena alasan agama," tambahnya.


Lebih lanjut, meskipun sumber infeksi yang jelas tidak ditemukan di sini, diperkirakan bahwa pasien secara tidak sengaja menelan telur T. solium yang dilepaskan dari pembawa cacing pita. Sehingga perempuan tersebut tertular.


Kemudian, apabila tidak ditangani secara serius maka larva dapat menyebar ke seluruh tubuh, dan menyerang jaringan lain, menyebabkan kondisi yang disebut sistiserkosis.


“Ketika larva menumpuk di sistem saraf pusat, otot, kulit dan mata, hal itu menyebabkan neurocysticercosis - bentuk paling parah dari penyakit dan penyebab umum kejang di seluruh dunia,” kata WHO.


Meskipun kasus ini adalah yang pertama didokumentasikan dari NCC, diperoleh secara lokal oleh Australia, namun ada kemungkinan bahwa lebih banyak lagi kasus serupa yang dapat terjadi.


Dokter perlu menyadari, bahwa dengan kemudahan dan frekuensi perjalanan dunia, penyakit seperti NCC yang sangat endemik di banyak bagian dunia menimbulkan risiko berbahaya bagi penduduk negara dengan endemisitas rendah.

Loading...

Posting Komentar

0 Komentar