Warga Sumatera Barat Ternyata Memang Radikal!!!


Loading...

TercIduk! Salah seorang dokter di Sumatra Barat, dr. Andani Eka Putra, disinyalir telah melakukan sesuatu yang radikal. Beliau  adalah Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Sumatera Barat.

Beliau, dengan dana pribadinya, telah melakukan kegiatan yang amat radikal. Membangun sebuah Laboratorium Uji Spesimen COVID-19. Agar masyarakat dapat tes swab secara gratis.

Untuk mewujudkan pendirian laboratorium tersebut, beliau harus merogoh kocek pribadinya sampai 850 Juta Rupiah.
Bukan main, sebuah jumlah yang tidak kecil.

Sungguh radikal sekali!

Dan ke-radikalannya semakin parah. Bayangkan saja, masih jadi dokter gini saja sudah se-begitu beraninya bersikap radikal seperti ini. Bagaimana seandainya beliau jadi konglomerat? Sungguh mengerikan. 

Berbanding terbalik dengan para pejabat tinggi negri ini. Yang seharusnya mempunyai tanggung jawab dan wewenang besar pada nasib Rakyat. Mana ada dari mereka yang berani (mau) bersikap seperti beliau. Saking takutnya pada sang majikan, beraninya (bisanya) hanya sebatas ngomong dan unjuk-unjuk jari saja. Si Otong radikal. Si Tompel radikal. Kudu gini, kudu gitu. Si ini begini, si itu beginu. Ya, hanya itu yang bisa dilakukan oleh mereka-mereka yang mengaku sebagai pejabat tinggi di Negri ini, Ngomong tok. Jadi komentator dan penilai buat seteru majikannya. Sampai mulut berbusa-busa. 

Tapi sayang, rasa malu terabaikan. Gak merasa  kalau selama ini mereka bisanya hanya bikin gaduh, dan malah menciptakan konflik antar masyarakat di Negri ini.

Atau memang bisanya hanya sebatas itu? Mungkin.

Tapi yang pasti, semakin hari tingkah polah mereka semakin bikin 'sepet' mata saja. Makin kesini, omongan mereka makin ruwet saja..

Ah, yang penting aku aman di mata majikanku. Sebodo dengan kalian, batin mereka, para pejabat itu.

Kalo sudah gini, rugi dan gak ikhlas rasanya Rakyat membayar gaji buat mereka.

Makanya, melihat ke dua fakta di atas, rasanya kepingin sekali memeluk erat dan hangat Dokter tersebut, sebagai ungkapan rasa terima kasih yang tak terperi atas perjuangan Beliau buat kemaslahatan saudara-saudara kami, masyarakat Sumatra Barat dan Negri ini. Serta rasa hormat dan penghargaan yang tak terhingga buat ke-radikalannya. Sayang, jarak tanpa ampun merentang memisahkan.

Tapi aku berdo'a, semoga suatu hari nanti bisa bertemu dengan orang ber hati mulia ini. Insya Allah. ,

Angkat topi setinggi-tingginya buat warga Sumatra Barat.
Anda-anda memang sungguh radikal. Sekaligus bikin iri.

Semoga Allah senantiasa memberikan HidayahNya. Menjaga hati, fikiran, rezki, kesehatan, keselamatan, kebahagiaan dan kemuliaan di dunia akhirat buat beliau dan keluarganya. Juga bagi seluruh keluarga besar warga Sumatera Barat dimana saja. Saudara-saudaraku yang terbaik di Negri ini.

Bantu do'akan kami disini, agar kami punya orang seperti beliau juga.

Salam hormat dan sayangku dari Jawa Timur.

.......................

Kota Batu, 16 September 2020
Ayahnya Wildan
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar