Sering Disebut Kalah dari Pertamini, Pertamina Luncurkan Pertashop


Loading...

Beberapa kendaraan yang melintas di Jalan KH Mohammad Arwani, Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus terlihat membelok ke timur seberang komplek Perumahan Singocandi Residence.

Mereka tampak sedang mengisi bahan bakar di tempat mirip SPBU Pertamina, namun lokasinya lebih kecil serta pompa pengisian bahan bakarnya hanya satu. Tempat tersebut yakni Pertashop outlet pengisian bahan bakar Pertamina.

Abdul Afif (22) selaku operator tempat pengisian bahan bakar tersebut menuturkan, Pertashop adalah program dari Pertamina. Semacam mirip pertamini, bedanya kalau Pertamini milik perorangan yang bahan bakarnya beli dari SPBU.

Sedangkan Pertashop itu posisinya sama dengan SPBU yang langsung menginduk langsung sama Pertamina.

Mungkin program tersebut muncul akibat banyaknya ejekan yang menyebut Pertamini lebih hebat dari Pertamina. Karena Pertamini disebut rugi hingga triliunan. Padahal bbm dalam negeri dijual dengan harga normal meskipun harga minyak dunia sedang turun.

“Pertashop itu merupakan program baru dari Pertamina. Untuk membuka peluang usaha dan bisnis bagi UMKM, pemerintah desa, koperasi, di seluruh Indonesia. Sedangkan Pertashop tempatnya bekerja itu buka mulai Selasa (30/7/2020),” ujar pria yang akrab disapa Afif kepada betanews.id, Selasa (25/8/2020).

Pria yang tercatat sebagai warga Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kudus itu mengatakan, Pertashop sistem penjualan bahan bakar memang sama dengan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Harga dan ukuran literannya sama persis. Bedanya, di Pertashop hanya menjual bahan bakar beroktan minimal 92 berstandar Internasional.

“Pertashop memang hanya ada satu pompa yang hanya menjual pertamax. Sekaligus Pertamina itu menyosialisasikan pertamax, agar warga lebih memakai pertamax, bahan bakar ramah lingkungan,” ungkapnya.

Untuk harga pertamax, lanjutnya, sama dengan SPBU, yakni Rp 9 ribu per liter. Sedangakn pengiriman bahan bakar tuturnya, juga sama dengan SPBU menggunakan mobil tangki dari Pertamina. Menurutnya, di Pertashop memang disediakan tempat penampungan yang muat 3 ribu liter pertamax.

Dia mengungkapkan, 3 ribu liter pertamax tersebut biasanya habis dalam waktu 15 hari, terkadang juga 10 hari hari sudah habis. “Biasanya sebulan diisi dua atau tiga kali,” ujar Ulil.

Dia mengaku, Pertashop tempat kerjanya itu buka setiap hari, mulai pukul 6.00 sampai pukul 20.00 WIB. Dia juga mengatakan, pertashop di Kota Kretek ada dua tempat. Selain di Desa Singocandi juga ada di Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kudus. (bet)
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar