Massa Penolak KAMI Ngaku Gak Dibayar, Tapi Diberi Uang Lelah


Loading...

 


Massa Surabaya Adalah Kita yang menghadang Anggota KAMI Jawa Timur di Gedung Juang 45 Surabaya dituding Gatot Nurmantyo adalah demonstran bayaran.

Beberapa orang yang ditemui usai aksi menyebutkan bahwa tidak ada bayaran. Namun mereka diberi uang lelah serta uang makan.

"Gak dibayar bang, cuma dikasi uang lelah sama makan," kata Budi, sambil berusaha menutup wajah karena takut difoto.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Surabaya Adalah Kita Edi Firmanto membantah bahwa massa yang ada di Gedung Juang 45 Surabaya adalah demonstran bayaran.


"Saya Korlapnya. Suruh ngomong ke depan saya kalau ngomong gitu. Temui saya. Ngawur itu, kok bisa ngomong bayaran," terangnya.


Edi menilai omongan Gatot soal demonstran bayaran salah. Apalagi, demonstran yang datang sesuai hati nurani untuk menyelamatkan NKRI.


"Saya sakit hati. Itu gak bayaran. Kalau memang berani ngomong gitu, datangi rumah saya si Gatot. Itu hati nurani. KAMI itu membuat kisruh dan makar," tegasnya.


Edi menambahkan bila tujuan Gatot di KAMI untuk berpolitik, lebih baik menunggu momen politik di tahun 2023-2024.

"Saya menolak KAMI tidak hanya di Jawa Timur tapi juga di seluruh Indonesia. Kalau mau berpolitik ya nunggu tahun politik, jangan bikin kisruh," imbuhnya.


Diketahui, massa dari Surabaya adalah Kita merupakan gabungan perwakilan dari ormas yang ada di Surabaya dan Jawa Timur. Seperti Bara JP Jatim, Maluku 1 Rasa (M1R), FORSATU (Forum Surabaya Bersatu), JPKP Nasional.

Loading...

Posting Komentar

0 Komentar