Edy Rahmayadi : Kalau Gubernur Mati, Bisa Cepat Diganti, kalau Dokter?


Loading...

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi meminta dokter dan tenaga medis di rumah sakit berhati-hati saat menangani pasien Corona. Dia mengatakan saat ini lebih mudah mencari pengganti gubernur daripada pengganti dokter.

"Kalau gubernur ini mati sekarang, itu banyak yang mau jadi gubernur. Kalau dokter mati sekarang, saya susah mencari penggantinya. Kalianlah garda terdepan," kata Edy.

Edy mengingatkan seluruh peserta apel mematuhi SOP yang berlaku saat menangani pasien Corona. Dia meminta agar area RS disterilkan dari warga.

"Pasien datang, tak ada keluarganya mengantar. Kalau ada pasien yang meninggal, satu pun tak ada keluarganya mengambil. Kalau meninggal SOP sudah ada, bungkus plastik, siapkan peti, nanti yang mengebumikan adalah Pak Dandim dan Pak Kapolrestabes," jelas Edy.

Selain itu, Kadis Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan, menjelaskan kepada petugas yang bekerja di rumah sakit akan diberi tambahan honor. Selain itu, dia mengatakan ada kompensasi jika petugas meninggal dunia.

"Perawat dan petugas kebersihan gajinya Rp 7,5 juta. Dokter umum gajinya 10 juta. Dokter spesialis gajinya 15 juta dan kalau ada yang meninggal akan ada kompensasi sebesar Rp 300 juta dan anaknya ditanggung sampai tamat kuliah," jelas Alwi. (dtc)
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar