Disuruh Push Up Karena Tak Pakai Masker, Pria Ini Malah Mencret di Celana


Loading...

Seratusan pengguna jalan yang melintas di Jalan Beringin-Pantai Labu, Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang,  Sumatera Utara terjaring razia masker, Sabtu (2/9/2020).

Razia masker yang dilakukan tim gabungan penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19 yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deli Serdang, Satpol PP, Dishub, TNI/Polri, pihak Kecamatan Beringin dan desa setempat, melakukan penyetopan terhadap setiap warga yang melintas.Baik pengendara motor, betor, mobil pribadi, angkot dan truk yang tak memakai masker.

Sangking banyaknya pengguna jalan yang tak memakai masker, petugas terpaksa dibagi di sejumlah titik di lokasi yang sama guna menghentikan pengguna jalan. Apa lagi banyak warga luar daerah yang melintasi jalan tersebut.

Bagi pria yang tak mengenakan masker petugas memberikan pilihan hukuman berupa push up 20 kali dan menyanyikan lagu Indonesia Raya bagi yang lebih tua. Sedangkan bagi wanita juga diminta untuk mengucakan Pancasila atau lagu Indonesia Raya.

Setelah memberikan hukuman lantas petugas memakaikan masker.

Ada kisah unik sekaligus menggelitik saat seorang petugas mengentikan pengendara motor karena tak memakai masker.

Saat pengendara tersebut disuruh melakukan push up, tiba-tiba terdengar suara rentetan kentut yang disusul dengan celana yang basah dan mengeluarkan bau tak sedap.

Usut punya usut, ternyata pengendara tersebut sedang diare dan ingin beli obat di apotik. Beruntung petugas segera memberinya masker, hingga bisa menutupi wajahnya yang memerah.

"Razia masker ini bertujuan agar masyarakat benar-benar mematuhi protokol kesehatan agar memakai masker saat keluar rumah. Kami ingatkan kembali agar seluruh warga yang keluar rumah selalu memakai masker. Saat ini sanksi yang diberikan masih berupa teguran dan push up, kedapannya sudah ada sanksi administrasi berupa denda uang ," kata Elzar, salah satu Tim Gabungan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19 dari BPBD Deliserdang disela razia.

Dijelaskan Elizar yang merupakan Tim IV, penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19 tersebut dilakukan berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Deli Serdang No 77 Tahun 2020.

Dalam Perbup tersebut juga diatur sanksi bagi perorangan. Selain teguran lisan atau teŕtulis, juga ada saksi kerja sosial seperti menyapu jalan sebagaimana ditentukan petugas di lokasi. Ada juga sanksi administrasi sebesar Rp 100 ribu.

Sedangkan bagi pelaku usaha ada sanksi yang lebih besat. Seperti sanksi administrasi Rp 300 ribu,  penghentian sementara  operasional usaha hingga pencabutan izin usaha.

"Memang saat ini sanksi administrasi belum diterapkan.Tapi kedepannya, saksi administrasi tersebut akan diberlakukan," ujar Elizar.

Kepala Desa Beringin, Aldiriansyah menambahkan, sebenarnya pihaknya sudah berulang kali melakukan sosialiasasi pencegahan Covid-19. Hanya saja, ia mengakui masih ada saja warga yang tak mematuhinya.

"Untuk itu kembali kita himbau kepada warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak, cuci tangan dan memakai masker saat keluar rumah," papar Aldi. (wbr)
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar