Dianggap Memancing Kekerasan, China Larang Uighur Pakai Nama Muhammad


Loading...

Larangan penggunaan nama 'Muhammad' dan 'Jihad' yang diterapkan oleh pemerintah China terhadap Muslim Uighur kembali muncul ke permukaan.
Larangan tersebut pun membuat banyak pihak geram, tak terkecuali Sonny Biil Williams, atlet rugby asal Selandia Baru.

"You will never be able to change the hearts of the Uighur people and Muhammad is a name ingrained in their hearts (Anda tidak akan pernah bisa mengubah hati orang Uighur dan Muhammad adalah nama yang terpatri di hati mereka)," katanya di Twitter.

You will never be able to change the hearts of the Uighur people and Muhammad is a name ingrained in their hearts. ?? https://t.co/MVjJbjvFoJ

— Sonny Bill Williams (@SonnyBWilliams) September 1, 2020

Tak cuma nama Muhammad, nama lain yang juga dilarang digunakan adalah Jihad, Arafat, dan sejumlah nama khas muslim lainnya.

Isu ini sebenarnya sudah muncul sejak 2017. Namun belakangan muncul lagi ke permukaan karena konflik China dengan muslim Uighur tak kunjung usai.

Dilansir The New York Times, nama-nama yang dilarang untuk dipakai itu dimasukkan ke dalam "Daftar Nama Etnis Minoritas yang Dilarang". Daftar itu melarang lebih dari dua lusin nama, termasuk "Mujahid" dan "Madinah."

Larangan ini muncul karena Pemerintah China menganggap Xinjiang sebagai sarang ekstremisme Islam, kekerasan, dan pemikiran separatis. Dan penggunaan nama Muhammad dianggap memancing kekerasan.

China bans the name ‘Muhammad’ for Uighur Muslim families — can’t name newborns after the Prophet https://t.co/I0yxLjGibJ

— Khaled Beydoun (@KhaledBeydoun) August 31, 2020
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar