Skenario Busuk Terungkap! Apapun Ceritanya, Anies Harus Selalu Disalahkan!


Loading...

Berbagai upaya dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menekan penyebaran covid-19. Namun setiap kebijakan Anies selalu ditentang para buzzer. Padahal jurus Anies menangani covid-19 justru sering ditiru pemerintah pusat.

Menangapi hal ini, pengamat sosial politik Tamil Selvan menilai akhir-akhir ini sepertinya ada pola terorganisir yang dilakukan oknum tertentu untuk mengkerdilkan citra Anies di mata masyarakat.

"Ini bukan soal Anies bisa kerja atau tidak. Saya melihat ada pola-pola yang dibentuk dan terorganisir, mau apapun topiknya, Anies harus disalahkan. Saya lihat ada kepentingan kelompok tertentu dalam mengkerdilkan citra Anies," kata pengamat yang akrab disapa Kang Tamil ini melalui keterangan tertulisnya, Selasa (25/8).

Kang Tamil mengatakan, Covid-19 merupakan tanggung jawab seluruh komponen pemerintahan, sehingga keberhasilan dan kegagalannya tidak bisa dicondongkan kepada satu individu tertentu.

"Walaupun wilayah penanganannya sektoral, tapi campur tangan pemerintah pusat sangat kental dalam penanganan Covid ini. Jadi kita tidak bisa klaim bahwa ini menjadi tanggung jawab kepala daerah semata. Jadi jika Anies yang jadi sasaran salah, saya kira ini terlalu tendensius," ujar Kang Tamil.

Lebih lanjut Kang Tamil mengatakan, bahwa belum ada mekanisme yang jelas dalam pencegahan dan penangganan Covid-19 yang terbukti sempurna.

Sehingga, menurutnya, wajar jika pemerintah melakukan uji coba sistem untuk melihat dampak terhadap penekanan angka terinfeksi serta dampak pada sektor lain terutama ekonomi.

"Saya perjelas, tidak ada pimpinan kita yang merupakan ahli Covid, termasuk Pak Jokowi dan Anies. Kalau kita lihat di awal, bahkan pemerintah pusat juga mengeluarkan kebijakan yang dinilai tumpang tindih, karena memang perlu uji coba sistem guna melihat yang mana yang paling efektif dan tidak menganggu stabilitas ekonomi," jelas Kang Tamil.

Kang Tamil mengungkapkan, seperti provinsi lainnya, sebenarnya DKI juga cukup massif melakukan pencegahan terhadap penyebaran Covid -19.

Namun semua mekanisme pencegahan perlu disesuaikan dengan sistem yang tidak menganggu stabilitas ekonomi, sehingga membuat penanganannya menjadi tidak optimal.

"Kita harus sadar ada sektor ekonomi yang stabilitasnya harus dijaga, sehingga ini yang membuat upaya-upaya pencegahan tidak optimal. Disisi lain, hal ini dijadikan bahan strategi pengkerdilan citra Anies. Janganlah begitu, kasihan masyarakat jadi bingung," ungkap Kang Tamil.

Kang Tamil menuturkan, sejatinya Covid-19 ini merupakan musuh bersama, maka jangan sampai Covid-19 ini dijadikan teman politik.

"Covid ini musuh kita bersama, jangan justru dijadikan teman untuk kepentingan strategi politik. Saya ingatkan kembali pada pihak-pihak tersebut, 2024 masih lama bos," tutup Kang Tamil.[dod/rmol]
Loading...

Posting Komentar

0 Komentar